- Get link
- X
- Other Apps
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR
Pada dasarnya setiap siswa/individu berhak memperoleh peluang untuk mencapai prestasi akademik yang memuaskan. Namun pada kenyataannya dalam kegiatan sehari-hari, setiap siswa/individu memiliki perbedaan baik dari segi intelektual, kemampuan fisik, latar belakang keluarga, kebiasaan, dan pendekatan belajar terkadang sangat tampak berbeda antara siswa satu dengan yang lainnya.
Sementara, dalam penyelenggaraan pendidikan di lembaga-lembaga (sekolah) pada umumnya ditujukan pada para siswa yang berkemampuan rata-rata, sehingga siswa yang memiliki kemampuan lebih atau yang berkemampuan kurang, itu terabaikan. Dengan demikian, siswa-siswa yang memiliki kemampuan di luar rata-rata (sangat pintar dan sangat bodoh) tidak mendapat kesempatan yang memadai untuk berkembang sesuai dengan kapasitasnya. Berangkat dari kondisi itu timbullah apa yang disebut "kesulitan belajar".
Fenomena kesulitan belajar yang dialami seorang siswa biasanya tampak jelas dari menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajarnya. Namun, kesulitan belajar juga dapat dibuktikan dengan munculnya kelainan perilaku siswa di kelas seperti usil, suka berteriak-teriak, sering bolos sekolah, dan sebagainya.
Secara garis besar, faktor-faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar terdiri atas; faktor intern siswa dan faktor ekstern siswa.
A. Faktor Intern Siswa
Faktor intern siswa merupakan hal-hal atau keadaan-keadaan datang dari dalam diri siswa itu sendiri. Faktor intern siswa meliputi gangguan atau kekurangmampuan psikofisik siswa, yakni:
1. yang bersifat kognitif, seperti rendahnya kapasitas intelektual/intelegensi siswa.
2. yang bersifat afektif, seperti labilnya emosi dan sikap.
3. yang bersifat psikomotor, seperti terganggunya alat-alat indera penglihatan dan pendengaran (mata dan telinga).
B. Faktor Ekstern Siswa
Faktor ekstern siswa merupakan hal-hal atau keadaan-keadaan yang datang dari luar diri siswa. Faktor ekstern siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung kegiatan belajar siswa. Faktor ini terdiri atas:
1. Lingkungan keluarga. contonya; keridakharmonisan hubungan keluarga (broken home) dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga.
2. Lingkungan mansyarakat. contohnya; lingkugan masyarakat yang kumuh, dan pergaulan bebas.
3. Lingkungan sekolah. contohya; kondisi gedung sekolah yang kurang memadai, alat-alat belajar yang berkualitas rendah, dan sebagainya.
Selain faktor-faktor umum diatas, ada juga faktor-faktor lain yang menimbulkan kesulitan belajar siswa. Bagian dari faktor-faktor yang dapat dipandang sebagai faktor khusus ini adalah sindrom psikologis berupa learning disability (ketidakmampuan belajar) diantaranya:
1. Disleksia : yakni ketidakmampuan belajar membaca.
2. Disgrafia : yakni ketidakmampuan belajar menulis.
3. Diskalkulia : yakni ketidakmampuan belajar matematika.
Akan tetapi, siswa yang mengalami sindrom-sindrom di atas, secara umum sebenarnya memiliki potensi IQ yang normal bahkan diantaranya ada yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. oleh karena itu, kesulitan belajar siswa yang menderita sindrom-sindrom tersebut mungkin hanya disebabkan oleh adanya gangguan ringan pada otak (brain dysfunction).
Referensi :
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.

Comments
Post a Comment