Quotes Instagram Astetik Trend 2022

Sejarah Perkembangan Bimbingan dan Konseling

SEJARAH PERKEMBANGAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Oleh : Muflihah


BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Sebagai seorang guru yang selayaknya mampu memahami perkembangan peserta didiknya, karena kita memahami hal tersebut, guru mampu memberikan materi kepada peserta didiknya sesuai serta dapat melihat proses, faktor dan konsep perkembangan anak didik akan mudah melihat sistem pembelajaran yang efektif, efisien, terarah dan dengan perkembangan anak didik. Selain itu,
sebagai guru baik haruslah dapat mengarahkan sumber daya yang dimiliki oleh siswanya, agar siswa tersebut mampu mengoptimalkannya di masa yang akan datang serta siswa menapatkan rencana perencanaan kelanjutan dari jenjang pendidikan apa yang akan ia tempuh selanjutnya untuk mencapai hasil optimalisasi potensinya.

Maka, semua guru dituntut menguasai ilmu membimbing dan ilmu konseling, walaupun guru tersebut guru BP. Karena Bimbingan dan Konseling diperlukan oleh guru untuk mengarahkan siswanya. Oleh karena itu, saya selaku mahasiswa keguruan harus belajar tentang ilmu ini.Sebelum belajar Bimbingan dan Konseling lebih jauh lagi, sebaiknya kita terlebih dahulu tahu terlebih dahulu akan histori perkembangan Bimbingan dan Konseling ini, khususnya perkembangan di Indonesia, baik itu tugas saya.

B.  Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas adalah

1.        Sejarah Munculnya Bimbingan Dan Konseling

2.        Bimbingan Dan Konseling Di Indonesia

C.  Tujuan

Adapun tujuan yang akan dibahas, antara lain yaitu:

1.        Untuk Mengetahui Sejarah Munculnya Bimbingan Dan Konseling

2.        Untuk Menegtahui Bimbingan Dan Konseling Di Indonesia




                       BAB II

PEMBAHASAN

 

A.      Sejarah Perkembangan Bimbingan dan Konseling

1.         Sejarah dan latar belakang Bimbingan dan  Konseling Di Amerika Serikat

Di Amerika awal sejarah Bimbingan dimulai pada permulaan abad ke-20 dengan didirikannya suatu “Vocational Bureau” tahun 1908 oleh Frank Parsons, yang untuk selanjutnya dikenal dengan nama “The Father of Guidance” yang menekankan pentingnya setiap individu diberikan pertolongan agar mereka dapat mengenal atau memahami berbagai kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya dengan tujuan agar dapat dipergunakan secara inteligen dalam memilih pekerjaan yang tepat bagi dirinya. Awal perkembangan gerakan Bimbingan telah dilengkapi dengan didirikannya organisasi profesi National Vocational Guidance Association  (NVGA) tahun 1913.

2.         Kemunculan Bimbingan dan Konseling Sekolah

Pekerjaan Jesse Davis, Eli Weaver, Frank  Parsons, dan sejumlah pelopor  lain menciptakan momentum untuk pengembangan suatu profesi  Bimbingan dan Konseling sekolah. Sepanjang tahun 1920, 1930, dan sampai tahun 1940, banyak peristiwa yang terjadi yang memberi daya dorong, kejelasan, dan arah terhadap munculnya profesi Bimbingan dan Konseling sekolah. Secara kebetulan, pengembangan profesi konseling sekolah ini,  berakar dengan ditemukannya gerakan bimbingan vokasional, sehingga menimbulkan  pertanyaan tentang focus profesi yang sempit hanya pada pengembangan vokasional.    

·           Sebelum Perang Dunia II

Setelah gerakan bimbingan vokasional di Perang Dunia I merupakan peristiwa utama yang memberikan dampak pada perkembangan profesi bimbingan dan konseling. Sepanjang perang dunia pertama, militer AS mulai mengadakan pelatihan dalam prosedur kelompok untuk menyaring dan menggolongkan orang yang wajib militer. Testing Intelegensi, yang dikembangkan permulaan dekade, adalah katalisator untuk gerakan ini. Tahun 1930 ditemukan teori Bimbingan dan Konseling yang pertama yang disebut Teori Sifat dan Faktor (Trait and Factor Theory), yang dikembangkan oleh E. G. Williamson di Universitas Minnesota.

·           Perang Dunia II dan Pengaruh Pemerintah

Ketika  Amerika Serikat sedang memasuki Perang Dunia II, pemerintah meminta bantuan dari konselor dan psikolog untuk membantu menyaring, memilih, dan pelatihan spesialis militer dan industri. Contoh lain dari pengaruh pemerintah dalam profesi konseling adalah Undang-Undang George-Barden Act tahun 1946. Perundang-undangan ini memberikan dana untuk pengembangan dan mendukung aktivitas bimbingan dan konseling di sekolah.

 

B.       Bimbingan dan Konseling Di Indonesia

Perkembanganbimbingan dan konseling sebelum kemerdekaan

Masa ini merupakan masa penjajahan Belanda dan Jepang, para siswa dididik untuk mengabdi kepentingan penjajah. Dalam situasi seperti ini, upaya bimbingan dikerahkan. Bangsa Indonesia berusaha untuk memperjuangkan kemajun bangsa Indonesia melalui pendidikan. Salah satunya adalah taman siswa yang dipelopori oleh KH Dewantara yang menanamkan nasionalisme di kalangan para siswanya. Dari sudut pandang bimbingan, hal tersebut pada hakikatnya adalah dasar bagi pelaksanaan bimbingan.

1. Dekade 40-an

Dalam bidang pendidikan, pada dekade 40-an lebih banyak skala dengan perjuangan merealisasikan kemerdekaan melalui pendidikan. Melalui pendidikan yang serba darurat mkala pada saat itu di upayakan secara bertahap memecahkan masalah besar anatara lain melalui pemberantasan buta huruf. Sesuai dengan jiwa pancasila dan UUD 45. Hal ini pula yang menjadi fokus utama dalam bimbingan pada saat itu.

2. Dekade 50-an

Bidang pendidikan menghadapi tentangan yang amat besar yaitu memecahkan masalah kebodohan dan keterbelakangan rakyat Indonesia. Kegiatan bimbingan pada masa dekade ini lebih banyak tersirat dalam berbagai kegiatan pendidikan dan benar-benar menghadapi tantangan dalam membantu siswa disekolah agar dapat berprestasi.

3. Dekade 60-an

Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia pada dekade ini diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada pengaturan sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20-24 Agustus 1960.

Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang menentukan jurusan dan Penyuluhan. Beberapa peristiwa penting dalam pendidikan pada dekade ini: Sebuah Ketetapan MPRS tahun 1966 tentang dasar pendidikan nasional

bLahirnya kurikulum SMA gaya Baru 1964

c.Lahirnya Kurikulum 1968

d. Lahirnya bimbingan bimbingan dan konseling di IKIP tahun 1963

Keadaan di atas memberikan tantangan bagi keperluan pelayanan bimbinga dan konseling disekolah.

4. Dekade 70-an

Dalam dekade perkembangan ini bimbingan dan konseling dapat terlihat dari rentetan point berikut:

Dalam dekade dekade ini, bimbingan di upayakan aktualisasi melalui penataan legalitas sistem, dan pelaksanaannya. Pembangunan pendidikan yang diarahkan pada masalah utama pendidikan yaitu: Sebuah)Pemerataan kesempatan belajar,

b.  Mutu,                                         

c.  Relevansi, dan

d.  Efisiensi.

Pada dekade ini, bimbingan dilakukan secara konseptual, maupun secara operasional. Melalui upaya ini semua pihak telah merasakan apa, mengapa, bagaimana, dan dimana bimbingan dan konseling.

5.    Dekade 80-an

Pada dekade ini, bimbingan ini diupayakan agar mantap. Pemantapan terutama diusahakan untuk menuju perwujudan bimbingan yang profesional. Dalam dekade 80-an pembangunan telah memasuki Repelita III, IV, dan V yang masuk ke dalam menuju lepas landas.

Beberapa upaya dalam pendidikan yang dilakukan dalam dekade ini:

a.       Sebuah Penyempurnaan kurikulum

b.    Penyempurnaan seleksi mahasiswa baru

c.Profesionalisasi tenaga pendidikan dalam berbagai tingkat dan jenis

d.  Penataan perguruan tinggi

e.  Pelaksnaan wajib belajar       

f.   Pembukaan universitas teruka

6. Dekade 90-an

Sampai tahun 1993 pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas, parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah, kalau orang tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah. Hingga lahirnya SK Menpan No. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas.

7. Ahirnya Undang - Undang pendidikan nasional

Beberapa kecenderungan yang dirasakan pada masa itu adalah kebutuhan akan profesionalisasi layanan, keterpaduan pengelolaan, sistem pendidikan konselor, legalitas formal, pemantapan organisasi, pengmbangan konsep-konsep bimbingan yang berorientasi Indonesia, dsb.




                                                              BAB III    

PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Bimbingan dan Konseling telah terbentuk sebelum era kemerdekaan, dari bimbingan siswa dipupuk untuk mereal cita-cita bangsa, yaitu kemerdekaan. Setelah kemerdekaan Bimbingan dan Konseling dalam sistem pendidikan Indonesia mengalami beberapa perubahan nama. Pada kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (BP), kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang. Layanan BK sudah mulai dibicarakan di Indonesia sejak tahun 1962. Namun BK baru diresmikan di sekolah di Indonesia sejak diberlakukan Kurikulum 1975. Kemudian disempurnakan ke dalam kurikulum 1984 dengan memasukkan bimbingan karir didalamnya. Perkembangan BK lebih mantap pada tahun 2001.

 

B.       Saran

Makalah yang membahas bimbingan dan koseling ini dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam pengajaran maupun dalam pembelajaran, sehingga dapat membantu berlangsungnya belajar mengajar. Walaupun pembahasan yang kami buat belum memenuhi kriteria akan tetapi sedikitnya bisa bermanfaat. 

 

 

 

 

 

 

 

 DAFTAR PUSTAKA             

Tiva Sejarah Bimbingan Konseling. Diakses di: http://tivachemchem.blogspot.com/2010/10/sejarah-bimbingan-konseling.html2010.

Bandura, A. (Ed.). Efikasi Diri dalam Mengubah Masyarakat. Cambridge, Inggris: Cambridge University Press. 1995

Comments