- Get link
- X
- Other Apps
DIAGNOSIS DAN ALTERNATIF PEMECAHAN KESULITAN BELAJAR SISWA
A. Diagnosis Kesulitan Belajar
Sebelum kita menetapkan sebuah alternatif untuk pemecahan masalah kesulitan belajar yang dialami siswa, seorang guru sangat dianjurkan terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap fenomena yang menunjukkan kemungkinan adanya kesulitan belajar yang dialami oleh siswa tersebut. Upaya seperti ini dinamakan diagnosis yang bertujuan untuk menetapkan jenis-jenis kesulitan belajar siswa.
Adanya prosedur yang memuat langkah-langkah tertentu dalam melakukan diagnosis sangatlah diperlukan. Hal ini diorientasikan pada ditemukannya jenis kesulitan belajar tertentu yang dialami oleh siswa. prosedur ini dikenal sebagai "diagnostik" kesulitan belajar.
Banyak langkah diagnostik yang dapat dilakukan oleh seorang guru, diantara yang cukup terkenal adalah prosedur Weener dan Senf sebagaimana berikut:
1. Melakukan observasi kelas untuk melihat perilaku menyimpang siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran.
2. Memeriksa penglihatan dan pendengaran siswa khususnya yang diduga mengalami kesulitan belajar
3. Melakukan wawancara terhadap orang tua siswa untuk mengetahui perihal yang mungkin menimbulkan kesulitan belajar.
4. Memberikan tes diagnostik bidang kecakapan tertentu untuk mengetahui hakikat kesulitan belajar yang dialami siswa.
5. Memberikan tes kemampuan intelegensi (IQ) khususnya kepada siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar.
Secara umum, langkah-langkah di atas dapat dilakukan dengan mudah oleh seorang guru kecuali langkah ke-5 (tes IQ). Untuk keperlua tes IQ, guru dan orang tua siswa dapat berhubungan dengan klinik psikologi. dalam hal ini, yang perlu digaris bawahi adalah apabila siswa yang mengalami kesulitan belajar itu ber-IQ jauh dibawah normal (tuna grahita), maka orang tua hendaknya mengirimkan siswa/anaknya tersebut ke lembaga pendidikan khusus anak-anak tuna grahita (sekolah luar biasa), karena lembaga/sekolah biasa tidak menyediakan tenaga pendidik yang khusus menangani hal tersebut.
B. Alternatif Pemecahan Kesulitan Belajar
Banyak alternatif yang bisa diambil oleh seorang guru dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswanya. Namun, sebelum pilihan tertentu diambil sebagai alternatif pemecahan masalah kesulitan belajar, seorang guru diharapkan terlebihdahulu melakukan beberapa langkah penting sebagai berikut:
1. Menganalisis hasil diagnosis, yakni menelaah bagian-bagian masalah dan hubungan antar bagian tersebut untuk memperoleh pengertian yang benar mengenai kesulitan belajar yang dihadapi siswanya. Data dan informasi yang diperoleh seorang guru melalui diagnostik kesulitan belajar tadi perlu dianalisis sedemikian rupa, sehingga jenis kesulitan belajar khusus yang dialami siswa yang berprestasi rendah itu dapat diketahui secara pasti.
2. Mengidentifikasi dan menentukan bidang kecakapan tertentu yang memerlukan perbaikan. Berdasarkan hasil analisis tadi, seorang guru diharapkan dapat menetukan bidang kecakapan tertentu yang dianggap bermasalah dan memerlukan perbaikan. Bidang-bidang kecakapan bermasalah ini dapat dikategorikan kedalam tiga macam,yakni:
a. Bidang kecakapan bermasalah yang dapat ditangani oleh guru sendiri.
b. Bidang kecakapan bermasalah yang dapat ditangani oleh guru dengan bantuan orang tua.
c. Bidang kecakapan bermasalah yang tidak dapat ditangani baik oleh guru maupun orang tua.
Bidang kecakapan yang tidak dapat ditangani atau terlalu sulit untuk ditangani baik oleh guru maupun orang tua dapat bersumber dari kasus tuna grahita (lemah mental) dan kecanduan narkotika. Siswa yang masuk dalam kategori masalah berat tersebut dipandang tidak berketerampilan (unskilled people). Oleh karenanya, para siswa yang mengalami kedua masalah kesulitan belajar yang berat tersebut tidak hanya memerlukan pendidkan khusus, melainkan juga memerlukan perawatan khusus.
3. Menyusun program perbaikan, khususnya program remedial teaching (pengajaran perbaikan). Dalam menyusun program pengajaran perbaikan (remedial teaching), sebelum itu guru perlu menetapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Tujuan pengajaran remedial.
b. Materi pengajaran remedial.
c. Metode pengajaran remedal.
d. Alokasi waktu pengajaran remedial.
e. Evaluasi kemajuan siswa setelah mengikuti program pengajaran remedial.
4. Melaksanakan program perbaikan. Setelah langkah-langkah diatas selesai, berulah seorang guru melaksanakan langkah keempat, yakni melaksanakan program perbaikan. Mengenai waktu dan tempat pelaksanaannya bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada di lembaga/sekolah tersebut, asalkan mampu memusatkan perhatian siswa terhadap proses pengajaran perbaikan tersebut. Selanjutnya, untuk memperluas wawasan pengetahuan mengenai alternatif-alternatif kiat pemecahan masalah kesulitan belajar siswa, seorang guru sangat dianjurkan mempelajari buku-buku khusus mengenai bimbingan penyuluhan. Selain itu, seorang guru juga dianjurkan untuk memepertimbangkan model-model pembelajaran tertentu yang dianggap sesuai, sebagai alternatif lain atau pendukung cara memecahkan kesulitan belajar siswa.
Referensi:
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.
Comments

Mantab isi artikelnya, lanjutkan!!!
ReplyDeleteSemoga terus melejit para pembacanya, Aamiin.
Mantaapp moga bermanfaat
ReplyDelete