Quotes Instagram Astetik Trend 2022

Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

 Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

A. Pengertian Perkembangan

          Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, perkembangan adalah perihal berkembang. Sedangkan dalam Dictionary of Psychology (1972) dan The Penguin Dictionary of Psychology (1998), perkembangan pada prinsipnya adalah tahapan-tahapan perubahan yang progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya (Muhibbin Syah, 2017: 41). Selanjutnya, Dictionary of Psychology di atas secara lebih luas merinci pengertian perkembangan manusia sebagai berikut:
  1. "The progressive and continous change in the organism from birth to death", perkembangan itu merupakan perubahan yang progresif dan terus menerus dalam diri organisme sejak lahir hingga mati.
  2. "Change in the shape and integration of bodily parts into functional parts", perkembangan berarti perubahan dalam bentuk dan penyatuan bagian-bagian yang bersifat jasmaniah ke dalam bagian-bagian yang fungsional.
  3. "Maturation or the appearance of fundamental pattern of unlearned behavior", perkembangan itu adalah kematangan atau kemunculan pola-pola dasar tingkah laku yang bukan hasil belajar (Muhibbin Syah, 2017: 41).
          Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan merupakan perubahan progresif yang terjadi pada diri organisme dari sejak lahir hingga akhir hayatnya. Perkembangan menitikberatkan pada perubahan fungsi organ-organ jasmaniah. 

B. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

         Berbicara mengenai faktor yang mempengaruhi perkembangan, para ahli memiliki perbedaan pendapat karena melihat sudut pandang dan pendekatan mereka terhadap eksistensi manusia berbeda. Sehingga, muncul aliran-aliran yang berhubungan dengan faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia. Adapun aliran-alirannya yakni aliran Nativisme, Emprisme, dan Konvergensi yang diuraikan sebagai berikut:

1. Aliran Nativisme

        Aliran Nativisme merupakan sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh besar terhadap pemikiran psikologis. Tokoh utama aliran Nativisme adalah Arthur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof Jerman. Aliran ini memandang bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Dalam ilmu pendidikan pandangan seperti ini disebut dengan "Pesimisme Pedagogik" (Muhibbin Syah, 2017: 43.

       Sebagai contoh, jika orang tuanya seorang musisi, maka anak-anak yang mereka lahirkan akan menjadi musisi pula. Jadi pembawaan dan bakat orang tua selalu berpengaruh mutlak perkembangan anaknya.

2. Alirann Emperisme

        Aliran emprisme merupakan kebalikan dari aliran Nativisme yang dipelopori oleh John Locke (1632-1704).  Aliran ini lebih dikenal dengan teori tabula rasa yang berarti kertas kosong. Doktrin tabula rasa menekankan pada arti penting pengalaman, lingkungan, dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan pembawaan tidak memiliki pengaruh pada perkembangannya. Para penganut aliran ini menganggap bahwa setiap anak yang lahir seperti kertas kosong, tidak memiliki kemampuan apa-apa. Sehingga untuk mengisi kekosongan tersebut adalah pengalaman-pengalaman yang ia peroleh.

3. Aliran Konvergensi

       Aliran ini merupakan aliran yang menggabungkan antara aliran Nativisme dan Emprisme. Aliran ini menggabungkan arti penting pembawaan dan lingkungan sebagai faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia. Tokoh utama aliran ini adalah Louis William Stern (1871-1938), seorang filosof dan psikolog Jerman.

      Aliran konvergensi berkeyakinan bahwa faktor pembawaan dan lingkungan sama-sama memiliki pengaruh besar dalam menentukan perkembangan seseorang.



Referensi: Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.

Comments