- Get link
- X
- Other Apps
MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING
A.
Pengertian
Model Pembelajaran Role Playing
Role Playing (bermain peran) adalah sejenis
permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur
senang. Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar
kelas, meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas. Selain itu, role
playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana
pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan
peran orang lain.
Model Pembelajaran Role Playing adalah
suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan
penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa
dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada
umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang
diperankan.
Pada metode bermain peranan, titik tekanannya terletak pada keterlibatan
emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara
nyata dihadapi. Murid diperlakukan sebagai subyek pembelajaran, secara aktif
melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab) bersama
teman-temannya pada situasi tertentu. Belajar efektif dimulai dari lingkungan
yang berpusat pada diri murid. Lebih lanjut prinsip pembelajaran memahami
kebebasan berorganisasi, dan menghargai keputusan bersama, murid akan lebih
berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah,
melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan
sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif
berpartisipasi, mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari.
Jadi, dalam pembelajaran murid harus aktif, karena tanpa adanya aktivitas, maka
proses pembelajaran akan kurang efektif.
B.
Langkah-langkah
Model Pembelajaran Role Playing
1. Guru
menyusun atau menyiapkan skenario yang akan ditampilkan.
2. Menunjuk
beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum
pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar.
3. Guru
membentuk kelompok siswa.
4. Memberikan
penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.
5. Memanggil
para siswa yang sudah ditunjuk untuk memainkan skenario yang sudah
dipersiapkan.
6. Masing-masing
siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan.
7. Kelompok
siswa membahas peran yang telah ditampilkan.
8. Masing-masing
kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya.
9. Guru
memberikan kesimpulan secara umum.
10. Penutup.
C.
Kelebihan
dan Kelemahan Model
Pembelajaran Role Playing
1.
Kelebihan Model
Pembelajaran Role Playing
Ada beberapa kelebihan dengan
menggunakan metode role playing, di antaranya sebagai berikut:
a.
Dapat berkesan dengan kuat dan tahan
lama dalam ingatan siswa. Disamping merupakan pengalaman yang menyenangkan yang
sulit dilupakan.
b.
Sangat menarik bagi siswa, sehingga
memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias.
c.
Membangkitkan gairah dan semangat
optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan.
d.
Siswa dapat terjun langsung untuk
memerankan sesuatu yang akan di bahas dalam proses belajar.
2.
Kelemahan Model
Pembelajaran Role Playing
Disamping memiliki kelebihan, metode
role playing juga mempunyai kelemahan, di antaranya sebagai berikut:
a.
Bermain peran membutuhkan waktu yang
banyak.
b.
Siswa sering mengalami kesulitan
untuk memerankan peran secara baik khususnya jika mereka tidak diarahkan atau
tidak ditugasi dengan baik. Siswa perlu mengenal dengan baik apa yang akan
diperankannya.
c.
Bermain peran tidak akan berjalan
dengan baik jika suasana kelas tidak mendukung.
d.
Jika siswa tidak dipersiapkan dengan
baik ada kemungkinan tidak akan melakukan secara sungguh-sungguh.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment