Quotes Instagram Astetik Trend 2022

MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING


MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING 

   A.    Pengertian Model Pembelajaran Role Playing
Role Playing (bermain peran) adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang. Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas. Selain itu, role playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain.
Model Pembelajaran Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.
Pada metode bermain peranan, titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. Murid diperlakukan sebagai subyek pembelajaran, secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri murid. Lebih lanjut prinsip pembelajaran memahami kebebasan berorganisasi, dan menghargai keputusan bersama, murid akan lebih berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah, melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif berpartisipasi, mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari. Jadi, dalam pembelajaran murid harus aktif, karena tanpa adanya aktivitas, maka proses pembelajaran akan kurang efektif.

   B.     Langkah-langkah Model Pembelajaran Role Playing
1.      Guru menyusun atau menyiapkan skenario yang akan ditampilkan.
2.      Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar.
3.      Guru membentuk kelompok siswa.
4.      Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.
5.      Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk memainkan skenario yang sudah dipersiapkan.
6.      Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan.
7.      Kelompok siswa membahas peran yang telah ditampilkan.
8.      Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya.
9.      Guru memberikan kesimpulan secara umum.
10.  Penutup.

    C.    Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Role Playing
1.      Kelebihan Model Pembelajaran Role Playing
Ada beberapa kelebihan dengan menggunakan metode role playing, di antaranya sebagai berikut:
a.       Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. Disamping merupakan pengalaman yang menyenangkan yang sulit dilupakan.
b.      Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias.
c.       Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan.
d.      Siswa dapat terjun langsung untuk memerankan sesuatu yang akan di bahas dalam proses belajar.
2.      Kelemahan Model Pembelajaran Role Playing
Disamping memiliki kelebihan, metode role playing juga mempunyai kelemahan, di antaranya sebagai berikut:
a.       Bermain peran membutuhkan waktu yang banyak.
b.      Siswa sering mengalami kesulitan untuk memerankan peran secara baik khususnya jika mereka tidak diarahkan atau tidak ditugasi dengan baik. Siswa perlu mengenal dengan baik apa yang akan diperankannya.
c.       Bermain peran tidak akan berjalan dengan baik jika suasana kelas tidak mendukung.
d.      Jika siswa tidak dipersiapkan dengan baik ada kemungkinan tidak akan melakukan secara sungguh-sungguh.



Referensi:
  •  Ngalimun. 2016. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Comments