- Get link
- X
- Other Apps
Puji syukur kepada Allah Yang Maha Esa. Yang telah memberi taufiq dan hidayah kepada hambanya sehingga penyusunan Makalah yang berjudul “Berpikir dan Pemecahan Masalah” ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam tetap kami panjatkan kepada revolusi akbar yakni Nabi Muhammad SAW. Yang mana berkat jasa dan perjuangannya seluruh umat manusia dapat menikmati terangnya dunia ini yakni dengan Addinul Islam (agama Islam).
Kami sangat menyadari, bahwa dalam Makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kritik serta sarannya dari semua pihak, menuju perbaikan dan penyempurnaan Makalah ini kami harapkan.
Dengan terselesaikannya Makalah ini, dengan segala kerendahan hati kami menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak-pihak yang membantu terselesaikannya Makalah ini, mudah-mudahan jasa-jasa mereka di beri penghormatan oleh Allah SWT. Amin.
BAB I
PENDAHULUAN
Kami sangat menyadari, bahwa dalam Makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kritik serta sarannya dari semua pihak, menuju perbaikan dan penyempurnaan Makalah ini kami harapkan.
Dengan terselesaikannya Makalah ini, dengan segala kerendahan hati kami menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak-pihak yang membantu terselesaikannya Makalah ini, mudah-mudahan jasa-jasa mereka di beri penghormatan oleh Allah SWT. Amin.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari prilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yyang mempelajari sifat, hakikat, hidup jiwa manusia (psyche berarti “jiwa” dan logos berarti “ilmu pengetahuan”).
Pada pokok pembahasannya, psikologi menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis, seperti berfikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci, dan sebagainya. Secara umum dapat dikemukakan bahwa problem itu timbul apabila ada perbedaan atau konflik antara keadaan satu dengan yang lain dalam rangka mencapai tujuan.
Dalam pembahasan materi ini, kita akan membahas bagaimana cara berfikir dan memahami pemecahan suatu masalah. Dengan demikian, kita akan mengetahui langkah-langkah bagaimana memecahkan suatu masalah. Sehingga ketika menghadapi suatu permasalahan kita mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.
Pada pokok pembahasannya, psikologi menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis, seperti berfikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci, dan sebagainya. Secara umum dapat dikemukakan bahwa problem itu timbul apabila ada perbedaan atau konflik antara keadaan satu dengan yang lain dalam rangka mencapai tujuan.
Dalam pembahasan materi ini, kita akan membahas bagaimana cara berfikir dan memahami pemecahan suatu masalah. Dengan demikian, kita akan mengetahui langkah-langkah bagaimana memecahkan suatu masalah. Sehingga ketika menghadapi suatu permasalahan kita mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Berpikir?
2. Bagaimana Karakteristik dan Proses Berpikir?
3. Bagaimana Proses Pemecahan Masalah?
4. Bagaimana Strategi Pemecahan Masalah?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Berpikir
2. Bagaimana Karakteristik dan Proses Berpikir?
3. Bagaimana Proses Pemecahan Masalah?
4. Bagaimana Strategi Pemecahan Masalah?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Berpikir
Berpikir adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan perasaan dan kehendak manusia. Memikirkan sesuatu berarti mengarahkan diri pada obyek tertentu, menyadari secara aktif dan menghadirkannya dalam pikiran kemudian mempunyai wawasan tentang obyek tersebut. Berpikir juga berarti berjerih-payah secara mental untuk memahami sesuatu yang dialami atau mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi. Dalam berpikir juga termuat kegiatan meragukan dan memastikan, merancang, menghitung, mengukur, mengevaluasi, membandingkan, menggolongkan, memilah-milah atau membedakan, menghubungkan, menafsirkan, melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada, membuat analisis dan sintesis menalar atau menarik kesimpulan dari premis-premis yang ada, menimbang, dan memutuskan.
Secara sederhana, berpikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berpikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. Sedangkan menurut Drever berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. Menurut Solso berpikir adalah sebuah proses dimana representasi mental baru dibentuk melalui transformasi informasi dengan interaksi yang komplek atribut-atribut mental seperti penilaian, abstraksi, logika, imajinasi, dan pemecahan masalah.
B. Karakteristik dan Proses Berpikir
1. Macam – macam Berpikir
Berpikir banyak sekali macamnya. Banyak para ahli yang mengutarakan pendapat mereka. Berikut ini akan dijelaskan macammacam berpikir, yaitu :
a. Berpikir alamiah adalah pola penalaran yang berdasarkan kebiasaan sehari-hari dari pengaruh alam sekelilingnya, misal; penalaran tentang panasnya api yang dapat membakar jika dikenakan kayu pasti kayu tersebut akan terbakar.
b. Berpikir ilmiah adalah pola penalaran berdasarkan sarana tertentu secara teratur dan cermat, misal; dua hal yang bertentangan penuh tidak dapat sebagai sifat hal tertentu pada saat yang sama dala satu kesatuan.
c. Berpikir autistik: contoh berpikir autistik antara lain adalah mengkhayal, fantasi atau wishful thinking. Dengan berpikir autistik seseorang melarikan diri dari kenyataan, dan melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastis.
d. Berpikir Kreatif
Berpikir Kreatif, adalah berpikir yang memberikan perspektif baru atau menangkap peluang baru sehingga memunculkan ide-ide baru yang belum pernah ada. Kreatif tidak hanya demikian tetapi kreatif juga sebuah kombinasi baru yaitu kumpulan gagasan baru hasil dari gagasan-gagasan lama. menggabungkan beberapa gagasan menjadi sebuah ide baru yang lebih baik.
e. Berpikir Analitis
Berpikir analitis adalah berpikir yang menggunakan sebuah tahapan atau langkah-langkah logis. Langkah berpikir analitis ialah dengan menguji sebuah pernyataan atau bukti dengan standar objektif, melihat bawah permukaan sampai akar-akar permasalahan, menimbang atau memutuskan atas dasar logika.
2. Proses Berpikir
Proses atau jalannya berpikir itu pada pokoknya ada empat langkah, yaitu:
a. Pembentukan Pengertian
Pengertian, atau lebih tepatnya disebut pengertian logis di bentuk melalui tiga tingkatan, sebagai berikut:
1) Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah obyek yang sejenis. Obyek tersebut kita perhatikan unsur - unsurnya satu demi satu. Kita ambil manusia dari berbagai bangsa lalu kita analisa ciri-ciri misalnya, manusia Indonesia, ciri - cirinya: makhluk hidup, berbudi, berkulit sawo matang, berambut hitam, dan untuk manusia Eropa, ciri-cirinya: mahluk hidup, berbudi, berkulit putih, berambut pirang atau putih, bermata biru terbuka.
2) Membanding-bandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri - ciri mana yang sama, mana yang tidak sama, mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada mana yang hakiki dan mana yang tidak hakiki.
3) Mengabstraksikan, yaitu menyisihkan, membuang, ciri-ciri yang tidak hakiki, menangkap cirri-ciri yang hakiki. Pada contoh di atas ciri - ciri yang hakiki itu ialah: Makhluk hidup yang berbudi.
b. Pembentukan Pendapat
yaitu menggabungkan atau memisah beberapa pengertian menjadi suatu tanda yang khas dari masalah itu. Pendapat dibedakan menjadi tiga macam:
1) Pendapat Afirmatif (positif), yaitu pendapat yang secara tegas menyatakan sesuatu, misalnya si Ani itu rajin, si Totok itu pandai, dan sebagainya.
2) Pendapat Negatif, yaitu pendapat yang secara tegas menerangkan tidak adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal, misalnya si Ani tidak marah, si Totok tidak bodoh, dan sebagainya.
3) Pendapat Modalitas (kebarangkalian), yaitu pendapat yang menerangkan kemungkinan-kemungkinan sesuatu sifat pada suatu hal, misalnya hari ini mungkin hujan, si Ali mungkin tidak datang, dan sebagainya.
c. Pembentukan Keputusan
yaitu menggabung-gabungkan pendapat tersebut. Keputusan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Ada tiga macam keputusan, yaitu:
1) Keputusan dari pengalaman-pengalaman, misalnya: kemarin paman duduk dikursi yang panjang, masjid dikota kami disebelah alun-alun, dan sebaginya.
2) Keputusan dari tanggapan-tanggapan, misalnya: anjing kami menggigit seorang kusir, sepeda saya sudah tua, dan sebaginya.
3) Keputusan dari pengertian-pengertian, misalnya: berdusta adalah tidak baik, bunga itu indah, dan sebagainya.
d. Pembentukan Kesimpulan, yaitu menarik keputusan dari keputusankeputusan yang lain.
Berpikir banyak sekali macamnya. Banyak para ahli yang mengutarakan pendapat mereka. Berikut ini akan dijelaskan macammacam berpikir, yaitu :
a. Berpikir alamiah adalah pola penalaran yang berdasarkan kebiasaan sehari-hari dari pengaruh alam sekelilingnya, misal; penalaran tentang panasnya api yang dapat membakar jika dikenakan kayu pasti kayu tersebut akan terbakar.
b. Berpikir ilmiah adalah pola penalaran berdasarkan sarana tertentu secara teratur dan cermat, misal; dua hal yang bertentangan penuh tidak dapat sebagai sifat hal tertentu pada saat yang sama dala satu kesatuan.
c. Berpikir autistik: contoh berpikir autistik antara lain adalah mengkhayal, fantasi atau wishful thinking. Dengan berpikir autistik seseorang melarikan diri dari kenyataan, dan melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastis.
d. Berpikir Kreatif
Berpikir Kreatif, adalah berpikir yang memberikan perspektif baru atau menangkap peluang baru sehingga memunculkan ide-ide baru yang belum pernah ada. Kreatif tidak hanya demikian tetapi kreatif juga sebuah kombinasi baru yaitu kumpulan gagasan baru hasil dari gagasan-gagasan lama. menggabungkan beberapa gagasan menjadi sebuah ide baru yang lebih baik.
e. Berpikir Analitis
Berpikir analitis adalah berpikir yang menggunakan sebuah tahapan atau langkah-langkah logis. Langkah berpikir analitis ialah dengan menguji sebuah pernyataan atau bukti dengan standar objektif, melihat bawah permukaan sampai akar-akar permasalahan, menimbang atau memutuskan atas dasar logika.
2. Proses Berpikir
Proses atau jalannya berpikir itu pada pokoknya ada empat langkah, yaitu:
a. Pembentukan Pengertian
Pengertian, atau lebih tepatnya disebut pengertian logis di bentuk melalui tiga tingkatan, sebagai berikut:
1) Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah obyek yang sejenis. Obyek tersebut kita perhatikan unsur - unsurnya satu demi satu. Kita ambil manusia dari berbagai bangsa lalu kita analisa ciri-ciri misalnya, manusia Indonesia, ciri - cirinya: makhluk hidup, berbudi, berkulit sawo matang, berambut hitam, dan untuk manusia Eropa, ciri-cirinya: mahluk hidup, berbudi, berkulit putih, berambut pirang atau putih, bermata biru terbuka.
2) Membanding-bandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri - ciri mana yang sama, mana yang tidak sama, mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada mana yang hakiki dan mana yang tidak hakiki.
3) Mengabstraksikan, yaitu menyisihkan, membuang, ciri-ciri yang tidak hakiki, menangkap cirri-ciri yang hakiki. Pada contoh di atas ciri - ciri yang hakiki itu ialah: Makhluk hidup yang berbudi.
b. Pembentukan Pendapat
yaitu menggabungkan atau memisah beberapa pengertian menjadi suatu tanda yang khas dari masalah itu. Pendapat dibedakan menjadi tiga macam:
1) Pendapat Afirmatif (positif), yaitu pendapat yang secara tegas menyatakan sesuatu, misalnya si Ani itu rajin, si Totok itu pandai, dan sebagainya.
2) Pendapat Negatif, yaitu pendapat yang secara tegas menerangkan tidak adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal, misalnya si Ani tidak marah, si Totok tidak bodoh, dan sebagainya.
3) Pendapat Modalitas (kebarangkalian), yaitu pendapat yang menerangkan kemungkinan-kemungkinan sesuatu sifat pada suatu hal, misalnya hari ini mungkin hujan, si Ali mungkin tidak datang, dan sebagainya.
c. Pembentukan Keputusan
yaitu menggabung-gabungkan pendapat tersebut. Keputusan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Ada tiga macam keputusan, yaitu:
1) Keputusan dari pengalaman-pengalaman, misalnya: kemarin paman duduk dikursi yang panjang, masjid dikota kami disebelah alun-alun, dan sebaginya.
2) Keputusan dari tanggapan-tanggapan, misalnya: anjing kami menggigit seorang kusir, sepeda saya sudah tua, dan sebaginya.
3) Keputusan dari pengertian-pengertian, misalnya: berdusta adalah tidak baik, bunga itu indah, dan sebagainya.
d. Pembentukan Kesimpulan, yaitu menarik keputusan dari keputusankeputusan yang lain.
C. Masalah dan Pemecahan Masalah
Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Jika suatu masalah diberikan kepada seorang anak dan anak tersebut langsung mengetahui cara menyelesaikannya dengan benar, maka soal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai masalah.
Untuk memperoleh kemampuan dalam pemecahan masalah, seseorang harus memiliki banyak pengalaman dalam memecahkan berbagai masalah. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang diberi banyak latihan pemecahan masalah memiliki nilai lebih tinggi dalam tes pemecahan masalah dibandingkan anak yang latihannya lebih sedikit.
Pemecahan Masalah (Problem Solving) adalah kemampuan berpikir yang utama karena hal itu meliputi cara berpikir yang lainnya yakni, berpikir kreatif dan analitis untuk pembuatan keputusan. Sumardiyono mengungkapkan bahwa pemecahan masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Pemecahan masalah pada dasamya adalah proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya.
Dalam proses pemecahan masalah ada beberapa hal yang dibutuhkan antara lain:
a. Persiapan
Misalkan anda diberi tugas untuk membuat iklan promosi produk telekomunikasi baru. Maka anda harus mempelajari fitur‐fitur produk, mencobanya, dan memperkirakan serta mempelajari segmen pasar yang akan disasar. Persiapan yang tepat dibutuhkan untuk menghasilkan iklan yang efektif.
b. Waktu Untuk Berpikir
Jika solusi masalah yang diperoleh makin tidak mendekati solusi yang dicari, alihkan perhatian anda ke hal lain sejenak. Anda dapat kembali mencoba mengatasi masalah anda jika anda sudah merasa lebih baik.
c. Ide Untuk Memecahkan Masalah
Dalam memecahkan masalah, kadang kita membutuhkan ide yang dapat membantu kita memecahkan masalah. Misalnya anda sudah pernah menghadapi masalah yang hampir sama sebelumnya, maka anda dapat menggunakan cara yang sama untuk memecahkan masalah anda sekarang.
d. Verifikasi
Jika solusi sudah diperoleh, pikirkan dan uji kembali solusi tersebut. Apakah solusi sudah memenuhi semua kondisi masalah? Apakah ada kesalahan kalkulasi atau teori yang digunakan?.
Menurut Polya, pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menemukan jalan keluar dari suatu kesulitan dan mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai dengan segera. Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat didefinisikan bahwa pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menemukan jalan keluar dari suatu kesulitan dan mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai dengan segera.
Berikut Empat langkah Pemecahan Masalah menurut George Polya:
1) Memahami Masalah (Understanding)Tahap pertama adalah tahap memahami soal (understanding). Pada tahap pemahaman soal, siswa harus dapat memahami kondisi soal atau masalah yang ada pada soal tersebut.
2) Merencanakan pemecahan masalah (Planning)
Tahap kedua adalah tahap pemikiran suatu rencana (planning). Menurut Polya pada tahap pemikiran suatu rencana, siswa hams dapat memikirkan langkah-langkah apa saja yang penting dan saling menunjang untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.
3) Menyelesaikan Masalah (Solving)
Tahap ketiga adalah pelaksanaan rencana (solving), yang dimaksud tahap pelaksanaan rencana ialah siswa telah siap melakukan perhitungan dengan segala macam data yang diperlukan termasuk konsep dan rumus atau persamaan yang sesuai.
4) Melakukan Pengecekan Kembali (Checking)
Tahap terakhir adalah tahap peninjauan kembali (checking), yang diharapkan dari keterampilan siswa dalam memecahkan masalah untuk tahap ini adalah siswa harus berusaha mengecek ulang dan menelaah kembali dengan teliti setiap langkah pemecahan yang dilakukannya.
BAB III
PENUTUP
Untuk memperoleh kemampuan dalam pemecahan masalah, seseorang harus memiliki banyak pengalaman dalam memecahkan berbagai masalah. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang diberi banyak latihan pemecahan masalah memiliki nilai lebih tinggi dalam tes pemecahan masalah dibandingkan anak yang latihannya lebih sedikit.
Pemecahan Masalah (Problem Solving) adalah kemampuan berpikir yang utama karena hal itu meliputi cara berpikir yang lainnya yakni, berpikir kreatif dan analitis untuk pembuatan keputusan. Sumardiyono mengungkapkan bahwa pemecahan masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Pemecahan masalah pada dasamya adalah proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya.
Dalam proses pemecahan masalah ada beberapa hal yang dibutuhkan antara lain:
a. Persiapan
Misalkan anda diberi tugas untuk membuat iklan promosi produk telekomunikasi baru. Maka anda harus mempelajari fitur‐fitur produk, mencobanya, dan memperkirakan serta mempelajari segmen pasar yang akan disasar. Persiapan yang tepat dibutuhkan untuk menghasilkan iklan yang efektif.
b. Waktu Untuk Berpikir
Jika solusi masalah yang diperoleh makin tidak mendekati solusi yang dicari, alihkan perhatian anda ke hal lain sejenak. Anda dapat kembali mencoba mengatasi masalah anda jika anda sudah merasa lebih baik.
c. Ide Untuk Memecahkan Masalah
Dalam memecahkan masalah, kadang kita membutuhkan ide yang dapat membantu kita memecahkan masalah. Misalnya anda sudah pernah menghadapi masalah yang hampir sama sebelumnya, maka anda dapat menggunakan cara yang sama untuk memecahkan masalah anda sekarang.
d. Verifikasi
Jika solusi sudah diperoleh, pikirkan dan uji kembali solusi tersebut. Apakah solusi sudah memenuhi semua kondisi masalah? Apakah ada kesalahan kalkulasi atau teori yang digunakan?.
Menurut Polya, pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menemukan jalan keluar dari suatu kesulitan dan mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai dengan segera. Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat didefinisikan bahwa pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menemukan jalan keluar dari suatu kesulitan dan mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai dengan segera.
Berikut Empat langkah Pemecahan Masalah menurut George Polya:
1) Memahami Masalah (Understanding)Tahap pertama adalah tahap memahami soal (understanding). Pada tahap pemahaman soal, siswa harus dapat memahami kondisi soal atau masalah yang ada pada soal tersebut.
2) Merencanakan pemecahan masalah (Planning)
Tahap kedua adalah tahap pemikiran suatu rencana (planning). Menurut Polya pada tahap pemikiran suatu rencana, siswa hams dapat memikirkan langkah-langkah apa saja yang penting dan saling menunjang untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.
3) Menyelesaikan Masalah (Solving)
Tahap ketiga adalah pelaksanaan rencana (solving), yang dimaksud tahap pelaksanaan rencana ialah siswa telah siap melakukan perhitungan dengan segala macam data yang diperlukan termasuk konsep dan rumus atau persamaan yang sesuai.
4) Melakukan Pengecekan Kembali (Checking)
Tahap terakhir adalah tahap peninjauan kembali (checking), yang diharapkan dari keterampilan siswa dalam memecahkan masalah untuk tahap ini adalah siswa harus berusaha mengecek ulang dan menelaah kembali dengan teliti setiap langkah pemecahan yang dilakukannya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa berpikir adalah proses tingkah laku menggunakan pikiran untuk mencari makna dan pemahaman terhadap sesuatu, membuat pertimbagan dan keputusan atau penyelesaian masalah.
Pemecahan Masalah (Problem Solving) adalah kemampuan berpikir yang utama karena hal itu meliputi cara berpikir yang lainnya yakni, berpikir kreatif dan analitis untuk pembuatan keputusan. Pemecahan masalah pada dasamya adalah proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya.
Adapun empat langkah pemecahan masalah sebagai berukut:
1. Memahani masalah (Understanding)
2. Merencanakan pemecahan masalah (Planning)
3. Menyelesaikan masalah (Solving)
4. Melakukan pengecekan kembali (Checking)
DAFTAR PUSTAKA
- Indrawati Desi. Dkk. “Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Penerapan Problem Based Learnig”. Satya Widya, (Juni, 2014), Vol. 30 17-27.
- Ismienar, Swesty. Dkk. “Thinking”, http://psikologi.or.id/2010/.html, diakses tanggal 09 September 2018.
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment