MEMBANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI POGRAM PEMANFAATAN SAMPAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI MEDIA TANAM
- Get link
- X
- Other Apps
MEMBANGUN
KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI POGRAM PEMANFAATAN SAMPAH BOTOL PLASTIK
SEBAGAI MEDIA TANAM DI DUSUN PATAR DESA PATARSELAMAT
Oleh: Fadilatul
Muzayyana1, Fiqih Amali2, Junaidi3, Muflihah4,
Riyana Syariah5, Tsanawiyah6, Sholehuddin7, Supriadi8,
Nur Alfiyatus Sa’adah9, Sri Hidayatul Laili10, Muhammad
Firdaus11
Abstrak
Kemandirian merupakan keadaan dapat berdiri sendiri tanpa
bergantung pada orang lain.Sikap mandiri harus dijadikan tolok ukur
keberhasilan, yakni apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri atau
malah semakin bergantung pada pemerintah. Pogram pemanfaatan
sampah botol plastik sebagai media tanam di dusun patar desa patarselamat dilakukan guna membangun sikap
kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat. Metode kegiatan
kualitatif yang bersifat deskriptif ditempuh sebagai upaya untuk menghimpun,
memilah, menganalisis dan mengevaluasi data dan informasi yang diperoleh.
Hasilnya kemudian disampaikan dalam format tulisan ilmiah yang runtun dan
informatif. Tahapan kegiatan ini meliputi; tahap
observasi, persiapan, pelaksnaan.Metode kegiatan kualitatif yang bersifat
deskriptif ditempuh sebagai upaya untuk menghimpun, memilah, menganalisis dan
mengevaluasi data dan informasi yang diperoleh kemudian disampaikan dalam
format tulisan ilmiah yang runtun dan informatif.Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Patar Desa
Patarselamat mulai tanggal 15 Juli sampai dengan 15 Agustus 2020. Pihak-pihak
yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah aparatur Desa Patarselamat, warga
Dusun Patar, dan mahasiswa STAI Hasan Jufri Bawean. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan sampah botol plastik
sebagai media tanam mampu menguatkan ekonomi serta mampu meminilaisir masalah
sampah terhadap lingkungan.Hal ini dibuktikan bahwa dengan memanfaatkan sampah
botol minuman sebagai media tanam dapat mengurangi masalah lingkungan, bahkan
bisa menjadi nilai ekonomis bila dikelola dengan serius. Selain itu, dengan
bertanam menggunakan botol minuman di pekaragan rumah, bisa menjadikan
perkarangan rumah lebih indah dan menarik.
Kata
Kunci: Kemandirian
Ekonomi, Pemanfaatan Sampah.
PENDAHULUAN
Kemandirian adalah keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada
orang lain.[1] Kemandirian merupakan
suatu konsep yang sering dihubungkan dengan pembangunan. Dalam konsep ini
program-program pembangunan dirancang secara sistematis agar individu maupun
masyarakat menjadi subyek dari pembangunan. Walaupun kemandirian sebagai
filosofi pembangunan, juga dianut oleh negara-negara yang telah maju secara
ekonomi, tetapi konsep ini lebih banyak dihubungkan dengan pembangunan yang
dilaksanakan oleh negara-negara sedang berkembang.[2]
Kemandirian adalah Sikap yang harus dijadikan tolok ukur keberhasilan,
yakni apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri atau malah semakin
bergantung pada pemerintah.[3]Melihatsituasi
dan kondisi pada saat ini(masa pandemi), dimana kita hidup berdampingan dengan
covid-19 yang mengakibatkan masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Dusun
Patar khususnya mengalami ketidak stabilan dalam bidang ekonomi. Maka dari itu
diperlukan sebuah edukasi dan program yang memungkinkan masyarakat Dusun Patar
bisa beradaptasi dan memiliki kemandirian ekonomi. Maka dari itu, pada
kesempatan KKN tematik ini, kami menawarkan sebuah program untuk membangun
kemandirian masyarakat Dusun Patar Desa Patarselamat.
Dusun Patar merupakan salah satu Dusun yang berada di kelurahan
Patarselamat kecamatan Sangkapura. Salah satu program yang dimungkinkan dapat
mendongkrak masalah ketidakstabilan ekonomi di masa pandemi ini adalah melalui program mandiri yakni pemanfaatan
sampah plastik sebagai media tanam (sayuran sebagai pelengkap kebutuhan
sehari-hari). Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi lahan yang terbatas dan
belum ada pengelolaan sampah plastik.
Permasalahan sampah, utamanya sampah plastik yang sampai saat ini masih
belum terselesaikan, sementara itu dengan bertambahnya jumlah penduduk maka
akan mengikuti pula volume timbulan sampah yang dihasilkan dari aktivitas
manusia. Di Dusun Patar, pengelolaan sampah botol minuman belum termanfaatkan
dengan baik sehingga banyak sampah botol minuman yang berserakan. Yang lebih
memperihatinkan, sebagian besar warga dusun patar membuang sampah plastik ke
sungai, sehingga air di sungai menjadi tercemar.
Melihat kondisi
yang memperihatinkan di atas, kami mahasiswa KKN STAI Hasan Jufri Bawean
berinisiatif membuat program pemanfaatan sampah botol minuman sebagai media
(pot) tanaman sayuran, dengan tujuan agar meminimalisir pembuangan sampah
sembarangan dan membangun kemandirian ekonomi warga dusun Patar. Oleh karena itu
program ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran warga Dusun Patar serta
sampah plastik dapat termanfaatkan sebagai media tanam tanpa harus membeli
polybag bahkan membeli lahan.
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan
ini bertujuan memberikan edukasi tentang pemanfaatan sampah plastik serta
membangun kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat Dusun Patar. Selain itu
dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membangun masyarakat untuk tetap berinovasi
meskipun dibatasi oleh lahan yang sempit.
KAJIAN TEORI
Kemandirian adalah keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada
orang lain.[4] Kemandirian merupakan
suatu konsep yang sering dihubungkan dengan pembangunan. Dalam konsep ini
program-program pembangunan dirancang secara sistematis agar individu maupun
masyarakat menjadi subyek dari pembangunan. Walaupun kemandirian sebagai
filosofi pembangunan, juga dianut oleh negara-negara yang telah maju secara
ekonomi, tetapi konsep ini lebih banyak dihubungkan dengan pembangunan yang
dilaksanakan oleh negara-negara sedang berkembang.[5]
Kemandirian adalah Sikap yang harus dijadikan tolok ukur keberhasilan, yakni
apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri atau malah semakin
bergantung pada pemerintah.[6]
Sampah
adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk
padat.[7]
Sampah botol minuman sudah menjadi permasalahan besar di Indonesia, terutama di
Desa
Patarselamat khususnya Dusun Patar. Hal ini terjadi karena belum ada
penegelolaan/pemanfaatan sampah botol minuman secara maksimal.
Pengelolaan
sampah merupakan kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan
yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah bertujuan
untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta
menjadikan sampah sebagai sumber daya.[8]
Pengelolaan sampah dilakukan untuk mengurangi masalah-masalah yang ada di
lingkungan dengan tujuan mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai
ekonomis yang tinggi serta menjadi material yang tidak membahayakan lingkungan
hidup.[9]Dampak
sampah plastik terhadap lingkungan antara lain; tercemarnya tanah, air, dan
makhluk bawah tanah serta dapat mengurangi tingkat kesuburan tanah.[10]
Perilaku
masyarakat terhadap lingkungan juga menjadi faktor pengelolaan sampah botol
minuman terbagi atas unsur pengetahuan, sikap dan tindakan. Perilaku yang tidak
baik dalam cara pengelolaan sampah akan menimbulkan masalah sampah seperti
banjir. Bencana tersebut berasal dari perilaku manusia seperti limbah rumah
tangga yang dibuang di sungai-sungai. Perilaku buruk manusia yang membakar
sampah botol minuman secara berlebihan juga akan merusak fungsi tanah secara
semestinya dan akan mencemari udara disekitar sehingga akan menimbulkan
pernafasan akan terganggu.[11]
Pembuangan
sampah botol plastik yang tidak terkendali menunjukkan bahwa masih banyak
sampah yang tidak tertangani dengan baik. Hal tersebut kemudian akan
mengakibatkan menurunnya kondisi lingkungan yang disebabkan adanya pencemaran. pencemaran
lingkungan hidup merupakan peristiwa masuknya unsur-unsur yang terdiri dari
makhluk hidup, zat, energi, dan komponen lain ke dalam lingkungan atau
berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga
kualitas lingkungannya turun serta tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.[12]
Tingkat pencemaran lingkungan ini banyak yang dipengaruhi
oleh beberapa faktor yaitu pertumbuhan hidup serta gaya hidup yang terkait dengan
pola konsumsi masyarakat yang menghasilkan sampah. Volume sampah yang besar
jika tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan masalah seperti:
pencemaran udara oleh lindi (leachate), pencemaran udara oleh gas metana (CH),
berkembangnya bakteri yang menimbulkan peyakit bagi manusia, menurunkan nilai
estetika lingkungan dan mengurangi kenyamanan lingkungan.[13]
METODE
Tahapan awal dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah observasi lapangan untuk
mengetahui bagaimana kondisi yang ada di Dusun Patar. Tahap selanjutnya mulai
melakukan persiapan untuk pelaksanaan. Metode kegiatan kualitatif yang bersifat
deskriptif ditempuh sebagai upaya untuk menghimpun, memilah, menganalisis dan
mengevaluasi data dan informasi yang diperoleh. Hasilnya kemudian disampaikan dalam format tulisan ilmiah yang
runtun dan informatif.
Kegiatan
ini dilaksanakan di Dusun Patar Desa Patarselamat mulai tanggal 15 Juli sampai
dengan 15 Agustus 2020. Pihak-pihak yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah
aparatur Desa Patarselamat, warga Dusun Patar, dan mahasiswa STAI Hasan Jufri
Bawean.
HASIL
Kondisi Bahan Baku (Sampah
Botol Plastik)
Patar merupakan salah satu dusun di desa Patarselamat dengan jumlah 294 penduduk. Kondisi wilayah dusun ini sangat kecil sehingga perumahan warga berdempetan. Mata pencaharian warga dusun Patar antara lain; petani, PNS, Pedagang dan wiraswasta. Pada program ini, sampah botol plastik yang dibutuhkan adalah sejenis botol minumn mulai dari ukuran 200 ml sampai 750 ml.Di dusun Patar banyak sekali sampah plastik yang tidak termanfaatkan dengan baik khususnya sampah botol minuman. Oleh karena itu kondisi tersebut sangat mendukung program ini.
Tahapan Kegiatan
Bagan tahapan
kegiatan:
- Observasi
- Persiapan
- Pelaksanaan
- Hasil / Refleksi
Dalam
melaksanakan program ini ada beberapa tahapan kegiatan yang harus di tempuh. Adapun tahapan-tahapan kegiatan program pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media
tanam sebagai berikut
1.
Observasi
Sebelum
membuat program pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media tanam, kami
mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan observasi guna mengetahui kondisi yang
ada di lapangan yakni Dusun Patar yang merupakan sasaran program ini.Pada tahap
awal di program ini kami melakukan pendekatan kepada masyarat dengan cara
mengadakan sosialisasi dan menyedikan tempat sampah di setiap gang-gang
perumahan di Dusun Patarselamat. Setelah dilakukan observasi, ternyata banyak
sekali bahan baku yang mendukung program ini yakni banyaknya sampah botol
minuman yang belum dikelola/termanfaatkan dengan baik sehingga sampah botol
minuman tersebut terbuang begitu saja.
Bahkan sampah-sampah botol minuman banyak berserakan di sungai, sehingga
mencemari air di sungai tersebut.
Selain
itu, kondisi rumah dan lahan yang padat membuat peneliti semakin termotivasi
untuk melaksanakan program pemanfaatan sampah botol plastik untuk digunakan
sebagai media tanam. Jenis tanaman yang akan dibudidaya pada program ini adalah
tanaman sayuran seperti; sawi, bayam, kangkung, seledri, cabe, bawang, dll.
2. Persiapan
Melihat hasil observasi, maka kami
mulai mempersiapkan alat dan bahan untuk pelaksanaan kegiatan. Persiapan ini dilakukan agar pelaksanaan kegiatan
berjalan sesuai tujuan yang telah di tetapkan serta memperoleh hasil yang
memuaskan. Adapun alat dan bahan yang
dipersiapkan untuk pelaksanaan progran ini antara lain:
a. Botol minuman
b. Pisau/chater/silet
c. Gunting
d. Solder
e. Terminal
f.
Senar/tali
(sebagai alat untuk menggantung pot yang terbuat dari botol)
g. Palu
h. Paku
i.
Cat
j.
Kuas
k. Bibit sayuran yang akan di tanam
l.
Media
tanaman (tanah yang sudah siap tanam)
m. Cangkul mini dan lain-lain.
3.
Pelaksanaan
Langkah
awal dari pelaksanaan program pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media
tanam, kami melakukan sosialisasi kepada
warga Dusun Patar tentang program ini. Hal ini dilakukan bertujuan untuk
meyakinkan dan memotivasi warga agar mereka bisa memanfaatkan sampah botol
plastik sebagai media tanam. Setelah kami mengadakan sosialisasi, kami memilih
salah satu pekarangan rumah di Dusun Patar yakni rumah bapak Sholehuddin
sebagai tempat percontohan.
Selanjutnya, kami bersama warga mendesain
pola/bentuk pot sesuai dengan ukuran botol dan jenis tanaman. Tahapan pembuatan
pot dengan memanfaatkan botol bekas sebagai bahan baku adalah sebagai berikut:
(1) Botol plastik bekas dicuci dan dibersihkan terlebih dahulu untuk
menghilangkan kotoran, minyak, maupun partikel lain yang menempel pada bagian
dalam dan luar botol. Setelah botol bersih, pada
bagian luar botol diberi tanda dengan menggunakan spidol permanen untuk
menandai bagian yang akan dipotong sebagai lubang memasukkan tanah dan tanaman.
Tinggi lubang kira-kira setengah dari ukuran botol. Bentuk potongan bisa
menyesuaikan dengan keinginan dan kreativitas masing-masing; (2) Pada bagian
yang telah ditandai, dilubangi dengan cutter pada salah satu sudutnya,
dilanjutkan dengan menggunting botol plastik sesuai pola yang telah dibuat dan
ditandai sebelumnya; (3) Botol yang telah diwarnai kemudian dilubangi pada
bagian atas yang berdekatan dengan mulut botol dengan menggunakan solder.
Lubang ini digunakan untuk mengaitkan kawat yang berfungsi sebagai penggantung
pot dengan posisi vertikal di tembok atau media-media lainnya. Pot dari botol
plastik juga dapat digantung dengan posisi horizontal dan vertikal dengan cara
mengikatkan senar pada ke dua bagian botol air mineral.
Hari berikutnya, proses penyesuaian tata letak pot sesuai dengan pekarangan/halaman rumah
yang akan dijadikan tempat untuk tanaman. Setelah peletakan pot yang terbuat
dari sampah botol plastik selesai, kami mulai memasukkan media (tanah) ke dalam
pot yang terbuat dari botol plastik
dan didiamkan selama dua hari.
Proses penanaman dilakukan dua hari setelah penyiapan
tanah di pot yang terbuat dari botol bekas minuman. Jenis tanaman yang kami
tanam adalah sayuran mulai dari bayam, sawi, kangkung, cabai, seledri, bawang
dan lain-lain. Kami memilih jenis tanaman ini karena perawatan tanaman jenis
ini sangatlah mudah serta hasil dari tanaman ini tidak membutuhkan waktu yang
lama untuk dinikmati terutama tanaman sayur seperti kangkung, seledri, bayam
dan sawi.
4.
Hasil kegiatan
Respon
masyarakat terhadap program pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media
tanam sangat baik, dimana masyarakat mulai tertarik untuk mengikuti serta
menerapkan program ini. Dari hasil kegiatan
di lapangan, masyarakat dusun Patar sudah mulai menerapkan pemanfaatkan
sampah menjadi media tanam.
Sikap masyarakat terutama
didusun Patardesa Patarselamat memandang sampah plastik dengan sebelah mata.
Padahal sampah plastik bisa menunjang prekonomian di masyarakat itu sendiri apabila
sampah yang berserakan di kelolah dengan baik. Pola pikir masyarakat yang demikian, perlu
dihilangkan karena ini mempunyai dampak negative baik bagi lingkungan maupun
generasi selanjutnya. Mengapa demikian, karena yang merasakan dampak dari
pembuangam sampah sembarangan bukan hanya generasi sekarang namun generasi
selanjutnya juga ikut merasakan.
PEMBAHASAN
Program
pemanfaatan sampah botol plastik bekas sebagai media tanam ini dilakukan
sebagai upaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya melakukan kegiatan nyata
untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Langkah sederhana yaitu memanfaatkan
botol plastik untuk digunakan kembali (reuse) sebenarnya masih belum banyak
membantu mengurangi tumpukan sampah khususnya plastik yang makin bertambah
setiap harinya. Namun, diharapkan langkah kecil ini dapat
diikuti langkah-langkah besar lainnya yang berguna untuk menjaga keseimbangan
lingkungan. Ide pemanfaatan botol plastik bekas ini muncul dari pengamatan
terhadap meningkatnya penggunaan produk tersebut dalam keseharian masyarakat.
Dalam hitungan sederhana saja jika dalam sehari 100 orang warga membeli air
mineral kemasan, dalam seminggu (7 hari) saja sudah menghasilkan 700 botol
plastik yang terbuang. Hal tersebut terjadi di dalam ruang lingkup sebuah
kelurahan. Dapat dibayangkan jika penggunaan botol plastik tersebut dihitung
dalam skala yang lebih luas lagi. Kondisi yang memprihatinkan ini tentu harus
diikuti dengan tindakan-tindakan nyata untuk bersama-sama mengatasi masalah
sampah plastik mulai dari cara yang sederhana dari lingkungan keluarga hingga
langkah yang lebih besar di lingkungan yang lebih luas.
Selain mempunyai
dampak negatif, sampah botol plastik juga memiliki sisi positif bahkan
mempunyai nilai ekonomis jika sampah botol plastik tersebut di manfaatkan
dengan baik. Seperti sampah botol plastik dimanfaatkan sebagai wadah media
tanam contoh menanam cabe dan sayur mayur di pekaragan rumah.Sesuai dengan
kajian teori di atas yang menjelaskan bahwa Pengelolaan sampah dilakukan untuk
mengurangi masalah-masalah yang ada di lingkungan dengan tujuan mengubah sampah
menjadi material yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta menjadi
material yang tidak membahayakan lingkungan hidup.[14]Hal ini dibuktikan bahwa dengan memanfaatkan sampah
botol minuman sebagai media tanam dapat mengurangi masalah lingkungan, bahkan bisa
menjadi nilai ekonomis bila dikelola dengan serius. Selain itu, dengan bertanam
menggunakan botol minuman di pekaragan rumah, bisa menjadikan perkarangan rumah
lebih indah dan menarik.
Kesadaran
masyarakat perlu dibangun guna mengetahui pentingnya menjaga kebersihan dan
memanfaatkan sampah dengan baik. Karena efek dari pemanfaatan sampah platik
utamanya sampah botol minuman sangatlah besar. Selain mencegah pencemaran
lingkungan, sampah botol plastik bisa dimanfaatkan sebagai media tanam (pot)
untuk tanaman sayuran. Sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan mandiri
yakni bercocok tanam menggunakan sampah botol plastik dirumah dengan kondisi
lahan yang sempit.
Disamping itu, pemanfaatan pekarangan juga berpeluang
menambah penghasilan rumah tangga apabila dirancang dengan baik. Berdasarkan
analisis di atas terdapat beberapa potensi lahan pekarangan dan permasalahanya,
untuk itu perlu sosialisasi dan pembinaan bagaimana lebih mengoptimalkan lahan
pekarangan menjadi sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,
masyarakat atau rumah tangga petani bisa merasakan langsung manfaatnya, maka
kami menggagas adanya suatu program pembinaan Masyarakat desa sebagai usaha
tentang optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah dengan system vertikultur
dari limbah plastik dengan upaya mendukung Indonesia bebas sampah serta membuat masyarakat mengetahui dan
mendapat informasi terkait dengan sistem tersebut dan mengoptimalkan ketahanan
pangan keluarga khususnya, dan dapat mendukung ketahanan pangan nasional sesuai
dengan apa yang dicita-citakan.
PENUTUP
Kesimpulan
Sampah
adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk
padat.Sampah botol minuman sudah menjadi permasalahan besar di Indonesia,
terutama di desa Patarselamat khususnya dusun Patar. Hal ini
terjadi karena belum ada penegelolaan/pemanfaatan sampah botol minuman secara
maksimal. Pengelolaan sampah
yang tidak tepat akan menimbulkan bencana alam seperti banjir dan dapat
merugikan alam sekitar.
Tapi
jika sampah dikelola dengan baik, maka masyarakat akan mendapatkan keuntungan
yang bisa menunjang prekonomian. Karena kadang masyarakat tidak sadar akan hal
yang sepeleh yang berada disekitar. Seperti memanfaatkan sampah botol plastik
sebagai media tanam contoh menanam cabe atau sayur mayur di pekarangan rumah.
Dengan demikian dapat mengurangi pengeluaran ekonomi masyarakat.
Saran
1.
Pertahankan semua kegiatan yang telah
kami adakan di Desa Patar Dusun Patarselamat seperti membuang sampah ke pada tempat
sampah yang telah kami sediakan di sekitar gang-gang perumahan warga.
2.
Pertahankan
adanya kegiatan gotong-royong yang di adakan setiap sebulan dua kali. jika
perlu adanya kegiatan ini ditambah sebulan tiga kali dan sesekali difokuskan
kepada sampah yang berserakan disekitar sungai-sungai.
3.
Nilai sosial
yang tinggi di dusun Patar desa Patarselamat sudah baik, semua warga disana
sangatlah terbuka terhadap pendatang seperti kami. Tapi alangkah baiknya jika
waraga disana lebih bersosial terhadap para tetangga agar silaturrahmi lebih
terjalin.
DAFTAR PUSTAKA
KBBI V.
Mukeri,
“Kemandirian Ekonomi Solusi untuk Kemajuan Bangsa”, https://jurnal.unpand.ac.id,
di akses tanggal 15 Juli 2020.
Nurul Lailiyana
Agustin, dkk., “Pengelolaan Sampah Botol Minuman oleh Ibu PKK Desa Bantrung”, ABDIMAS,
vol. 21 no. 2 (Desember, 2017).
Purwaningrum, Pramiati. “Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di
Lingkungan”, JTL, vol. 8 no. 2 (Desember, 2016).
[1]KBBI V.
[2]Mukeri,
“Kemandirian Ekonomi Solusi untuk Kemajuan Bangsa”, https://jurnal.unpand.ac.id, di akses tanggal
15 Juli 2020.
[3]Ibid.
[4]KBBI V.
[5]Mukeri,
“Kemandirian Ekonomi Solusi untuk Kemajuan Bangsa”, https://jurnal.unpand.ac.id, di akses tanggal
15 Juli 2020.
[6]Ibid.
[7]UU. No. 18 Tahun
2008.
[8]Ibid.
[9]Nurul Lailiyana
Agustin, dkk., “Pengelolaan Sampah Botol Minuman oleh Ibu PKK Desa Bantrung”,ABDIMAS,
vol. 21 no. 2 (Desember, 2017), 134.
[10]Pramiati
Purwaningrum, “Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di Lingkungan”, JTL,
vol. 8 no. 2 (Desember, 2016), 143.
[11]Agustin,
“pengelolaan Sampah.....”, 136.
[12]Ibid., 134.
[13]Ibid.
[14]Nurul Lailiyana Agustin, dkk., “Pengelolaan Sampah Botol Minuman oleh Ibu PKK Desa Bantrung”,ABDIMAS, vol. 21 no. 2 (Desember, 2017), 134.
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment