Quotes Instagram Astetik Trend 2022

MEMBANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI POGRAM PEMANFAATAN SAMPAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI MEDIA TANAM

MEMBANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI POGRAM PEMANFAATAN SAMPAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI MEDIA TANAM DI DUSUN PATAR DESA PATARSELAMAT



Oleh: Fadilatul Muzayyana1, Fiqih Amali2, Junaidi3, Muflihah4, Riyana Syariah5, Tsanawiyah6, Sholehuddin7, Supriadi8, Nur Alfiyatus Sa’adah9, Sri Hidayatul Laili10, Muhammad Firdaus11

Abstrak

Kemandirian merupakan keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain.Sikap mandiri harus dijadikan tolok ukur keberhasilan, yakni apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri atau malah semakin bergantung pada pemerintah. Pogram pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media tanam di dusun patar desa patarselamat dilakukan guna membangun sikap kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat. Metode kegiatan kualitatif yang bersifat deskriptif ditempuh sebagai upaya untuk menghimpun, memilah, menganalisis dan mengevaluasi data dan informasi yang diperoleh. Hasilnya kemudian disampaikan dalam format tulisan ilmiah yang runtun dan informatif. Tahapan kegiatan ini meliputi; tahap observasi, persiapan, pelaksnaan.Metode kegiatan kualitatif yang bersifat deskriptif ditempuh sebagai upaya untuk menghimpun, memilah, menganalisis dan mengevaluasi data dan informasi yang diperoleh kemudian disampaikan dalam format tulisan ilmiah yang runtun dan informatif.Kegiatan  ini dilaksanakan di Dusun Patar Desa Patarselamat mulai tanggal 15 Juli sampai dengan 15 Agustus 2020. Pihak-pihak yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah aparatur Desa Patarselamat, warga Dusun Patar, dan mahasiswa STAI Hasan Jufri Bawean. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media tanam mampu menguatkan ekonomi serta mampu meminilaisir masalah sampah terhadap lingkungan.Hal ini dibuktikan bahwa dengan memanfaatkan sampah botol minuman sebagai media tanam dapat mengurangi masalah lingkungan, bahkan bisa menjadi nilai ekonomis bila dikelola dengan serius. Selain itu, dengan bertanam menggunakan botol minuman di pekaragan rumah, bisa menjadikan perkarangan rumah lebih indah dan menarik.

Kata Kunci: Kemandirian Ekonomi, Pemanfaatan Sampah.

PENDAHULUAN

Kemandirian adalah keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain.[1] Kemandirian merupakan suatu konsep yang sering dihubungkan dengan pembangunan. Dalam konsep ini program-program pembangunan dirancang secara sistematis agar individu maupun masyarakat menjadi subyek dari pembangunan. Walaupun kemandirian sebagai filosofi pembangunan, juga dianut oleh negara-negara yang telah maju secara ekonomi, tetapi konsep ini lebih banyak dihubungkan dengan pembangunan yang dilaksanakan oleh negara-negara sedang berkembang.[2]

Kemandirian adalah Sikap yang harus dijadikan tolok ukur keberhasilan, yakni apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri atau malah semakin bergantung pada pemerintah.[3]Melihatsituasi dan kondisi pada saat ini(masa pandemi), dimana kita hidup berdampingan dengan covid-19 yang mengakibatkan masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Dusun Patar khususnya mengalami ketidak stabilan dalam bidang ekonomi. Maka dari itu diperlukan sebuah edukasi dan program yang memungkinkan masyarakat Dusun Patar bisa beradaptasi dan memiliki kemandirian ekonomi. Maka dari itu, pada kesempatan KKN tematik ini, kami menawarkan sebuah program untuk membangun kemandirian masyarakat Dusun Patar Desa Patarselamat.

Dusun Patar merupakan salah satu Dusun yang berada di kelurahan Patarselamat kecamatan Sangkapura. Salah satu program yang dimungkinkan dapat mendongkrak masalah ketidakstabilan ekonomi di masa pandemi ini  adalah melalui program mandiri yakni pemanfaatan sampah plastik sebagai media tanam (sayuran sebagai pelengkap kebutuhan sehari-hari). Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi lahan yang terbatas dan belum ada pengelolaan sampah plastik.

Permasalahan sampah, utamanya sampah plastik yang sampai saat ini masih belum terselesaikan, sementara itu dengan bertambahnya jumlah penduduk maka akan mengikuti pula volume timbulan sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Di Dusun Patar, pengelolaan sampah botol minuman belum termanfaatkan dengan baik sehingga banyak sampah botol minuman yang berserakan. Yang lebih memperihatinkan, sebagian besar warga dusun patar membuang sampah plastik ke sungai, sehingga air di sungai menjadi tercemar.

Melihat kondisi yang memperihatinkan di atas, kami mahasiswa KKN STAI Hasan Jufri Bawean berinisiatif membuat program pemanfaatan sampah botol minuman sebagai media (pot) tanaman sayuran, dengan tujuan agar meminimalisir pembuangan sampah sembarangan dan membangun kemandirian ekonomi warga dusun Patar. Oleh karena itu program ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran warga Dusun Patar serta sampah plastik dapat termanfaatkan sebagai media tanam tanpa harus membeli polybag bahkan membeli lahan.

TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pemanfaatan sampah plastik serta membangun kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat Dusun Patar. Selain itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membangun masyarakat untuk tetap berinovasi meskipun dibatasi oleh lahan yang sempit.

KAJIAN TEORI

Kemandirian adalah keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain.[4] Kemandirian merupakan suatu konsep yang sering dihubungkan dengan pembangunan. Dalam konsep ini program-program pembangunan dirancang secara sistematis agar individu maupun masyarakat menjadi subyek dari pembangunan. Walaupun kemandirian sebagai filosofi pembangunan, juga dianut oleh negara-negara yang telah maju secara ekonomi, tetapi konsep ini lebih banyak dihubungkan dengan pembangunan yang dilaksanakan oleh negara-negara sedang berkembang.[5] Kemandirian adalah Sikap yang harus dijadikan tolok ukur keberhasilan, yakni apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri atau malah semakin bergantung pada pemerintah.[6]

Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.[7] Sampah botol minuman sudah menjadi permasalahan besar di Indonesia, terutama di Desa Patarselamat khususnya Dusun Patar. Hal ini terjadi karena belum ada penegelolaan/pemanfaatan sampah botol minuman secara maksimal.

Pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.[8] Pengelolaan sampah dilakukan untuk mengurangi masalah-masalah yang ada di lingkungan dengan tujuan mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta menjadi material yang tidak membahayakan lingkungan hidup.[9]Dampak sampah plastik terhadap lingkungan antara lain; tercemarnya tanah, air, dan makhluk bawah tanah serta dapat mengurangi tingkat kesuburan tanah.[10]

Perilaku masyarakat terhadap lingkungan juga menjadi faktor pengelolaan sampah botol minuman terbagi atas unsur pengetahuan, sikap dan tindakan. Perilaku yang tidak baik dalam cara pengelolaan sampah akan menimbulkan masalah sampah seperti banjir. Bencana tersebut berasal dari perilaku manusia seperti limbah rumah tangga yang dibuang di sungai-sungai. Perilaku buruk manusia yang membakar sampah botol minuman secara berlebihan juga akan merusak fungsi tanah secara semestinya dan akan mencemari udara disekitar sehingga akan menimbulkan pernafasan akan terganggu.[11]

Pembuangan sampah botol plastik yang tidak terkendali menunjukkan bahwa masih banyak sampah yang tidak tertangani dengan baik. Hal tersebut kemudian akan mengakibatkan menurunnya kondisi lingkungan yang disebabkan adanya pencemaran. pencemaran lingkungan hidup merupakan peristiwa masuknya unsur-unsur yang terdiri dari makhluk hidup, zat, energi, dan komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas lingkungannya turun serta tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.[12]

Tingkat pencemaran lingkungan ini banyak yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pertumbuhan hidup serta gaya hidup yang terkait dengan pola konsumsi masyarakat yang menghasilkan sampah. Volume sampah yang besar jika tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan masalah seperti: pencemaran udara oleh lindi (leachate), pencemaran udara oleh gas metana (CH), berkembangnya bakteri yang menimbulkan peyakit bagi manusia, menurunkan nilai estetika lingkungan dan mengurangi kenyamanan lingkungan.[13]

METODE

Tahapan awal dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah observasi lapangan untuk mengetahui bagaimana kondisi yang ada di Dusun Patar. Tahap selanjutnya mulai melakukan persiapan untuk pelaksanaan. Metode kegiatan kualitatif yang bersifat deskriptif ditempuh sebagai upaya untuk menghimpun, memilah, menganalisis dan mengevaluasi data dan informasi yang diperoleh. Hasilnya kemudian disampaikan dalam format tulisan ilmiah yang runtun dan informatif.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Patar Desa Patarselamat mulai tanggal 15 Juli sampai dengan 15 Agustus 2020. Pihak-pihak yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah aparatur Desa Patarselamat, warga Dusun Patar, dan mahasiswa STAI Hasan Jufri Bawean.

HASIL

Kondisi Bahan Baku (Sampah Botol Plastik)

            Patar merupakan salah satu dusun di desa Patarselamat dengan jumlah 294 penduduk. Kondisi wilayah dusun ini sangat kecil sehingga perumahan warga berdempetan. Mata pencaharian warga dusun Patar antara lain; petani, PNS, Pedagang dan wiraswasta. Pada program ini, sampah botol plastik yang dibutuhkan adalah sejenis botol minumn mulai dari ukuran 200 ml sampai  750 ml.Di dusun Patar banyak sekali sampah plastik yang tidak termanfaatkan dengan baik khususnya sampah botol minuman. Oleh karena itu kondisi tersebut sangat mendukung program ini.

Tahapan Kegiatan

Bagan tahapan kegiatan:

  • Observasi 
  • Persiapan
  • Pelaksanaan
  • Hasil / Refleksi
   Dalam melaksanakan program ini ada beberapa tahapan kegiatan yang harus di tempuh. Adapun tahapan-tahapan kegiatan program pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media tanam sebagai berikut

1.       Observasi

Sebelum membuat program pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media tanam, kami mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan observasi guna mengetahui kondisi yang ada di lapangan yakni Dusun Patar yang merupakan sasaran program ini.Pada tahap awal di program ini kami melakukan pendekatan kepada masyarat dengan cara mengadakan sosialisasi dan menyedikan tempat sampah di setiap gang-gang perumahan di Dusun Patarselamat. Setelah dilakukan observasi, ternyata banyak sekali bahan baku yang mendukung program ini yakni banyaknya sampah botol minuman yang belum dikelola/termanfaatkan dengan baik sehingga sampah botol minuman tersebut terbuang begitu saja. Bahkan sampah-sampah botol minuman banyak berserakan di sungai, sehingga mencemari air di sungai tersebut.

Selain itu, kondisi rumah dan lahan yang padat membuat peneliti semakin termotivasi untuk melaksanakan program pemanfaatan sampah botol plastik untuk digunakan sebagai media tanam. Jenis tanaman yang akan dibudidaya pada program ini adalah tanaman sayuran seperti; sawi, bayam, kangkung, seledri, cabe, bawang, dll.

2.      Persiapan

Melihat hasil observasi, maka kami mulai mempersiapkan alat dan bahan untuk pelaksanaan kegiatan. Persiapan ini dilakukan agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai tujuan yang telah di tetapkan serta memperoleh hasil yang memuaskan. Adapun alat dan bahan yang dipersiapkan untuk pelaksanaan progran ini antara lain:

a.       Botol minuman

b.      Pisau/chater/silet

c.       Gunting

d.      Solder

e.       Terminal

f.        Senar/tali (sebagai alat untuk menggantung pot yang terbuat dari botol)

g.       Palu

h.      Paku

i.        Cat

j.        Kuas

k.      Bibit sayuran yang akan di tanam

l.        Media tanaman (tanah yang sudah siap tanam)

m.    Cangkul mini dan lain-lain.

3.      Pelaksanaan

Langkah awal dari pelaksanaan program pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media tanam, kami melakukan sosialisasi kepada  warga Dusun Patar tentang program ini. Hal ini dilakukan bertujuan untuk meyakinkan dan memotivasi warga agar mereka bisa memanfaatkan sampah botol plastik sebagai media tanam. Setelah kami mengadakan sosialisasi, kami memilih salah satu pekarangan rumah di Dusun Patar yakni rumah bapak Sholehuddin sebagai tempat percontohan.

Selanjutnya, kami bersama warga mendesain pola/bentuk pot sesuai dengan ukuran botol dan jenis tanaman. Tahapan pembuatan pot dengan memanfaatkan botol bekas sebagai bahan baku adalah sebagai berikut: (1) Botol plastik bekas dicuci dan dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran, minyak, maupun partikel lain yang menempel pada bagian dalam dan luar botol. Setelah botol bersih, pada bagian luar botol diberi tanda dengan menggunakan spidol permanen untuk menandai bagian yang akan dipotong sebagai lubang memasukkan tanah dan tanaman. Tinggi lubang kira-kira setengah dari ukuran botol. Bentuk potongan bisa menyesuaikan dengan keinginan dan kreativitas masing-masing; (2) Pada bagian yang telah ditandai, dilubangi dengan cutter pada salah satu sudutnya, dilanjutkan dengan menggunting botol plastik sesuai pola yang telah dibuat dan ditandai sebelumnya; (3) Botol yang telah diwarnai kemudian dilubangi pada bagian atas yang berdekatan dengan mulut botol dengan menggunakan solder. Lubang ini digunakan untuk mengaitkan kawat yang berfungsi sebagai penggantung pot dengan posisi vertikal di tembok atau media-media lainnya. Pot dari botol plastik juga dapat digantung dengan posisi horizontal dan vertikal dengan cara mengikatkan senar pada ke dua bagian botol air mineral.

Hari berikutnya, proses penyesuaian tata letak pot sesuai dengan pekarangan/halaman rumah yang akan dijadikan tempat untuk tanaman. Setelah peletakan pot yang terbuat dari sampah botol plastik selesai, kami mulai memasukkan media (tanah) ke dalam pot yang terbuat dari botol plastik dan didiamkan selama dua hari.

Proses penanaman dilakukan dua hari setelah penyiapan tanah di pot yang terbuat dari botol bekas minuman. Jenis tanaman yang kami tanam adalah sayuran mulai dari bayam, sawi, kangkung, cabai, seledri, bawang dan lain-lain. Kami memilih jenis tanaman ini karena perawatan tanaman jenis ini sangatlah mudah serta hasil dari tanaman ini tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dinikmati terutama tanaman sayur seperti kangkung, seledri, bayam dan sawi.

4.      Hasil kegiatan

Respon masyarakat terhadap program pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media tanam sangat baik, dimana masyarakat mulai tertarik untuk mengikuti serta menerapkan program ini. Dari hasil kegiatan di lapangan, masyarakat dusun Patar sudah mulai menerapkan pemanfaatkan sampah menjadi media tanam.

Sikap masyarakat terutama didusun Patardesa Patarselamat memandang sampah plastik dengan sebelah mata. Padahal sampah plastik bisa menunjang prekonomian di masyarakat itu sendiri apabila sampah yang berserakan di kelolah dengan baik. Pola pikir masyarakat yang demikian, perlu dihilangkan karena ini mempunyai dampak negative baik bagi lingkungan maupun generasi selanjutnya. Mengapa demikian, karena yang merasakan dampak dari pembuangam sampah sembarangan bukan hanya generasi sekarang namun generasi selanjutnya juga ikut merasakan.

PEMBAHASAN

Program pemanfaatan sampah botol plastik bekas sebagai media tanam ini dilakukan sebagai upaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya melakukan kegiatan nyata untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Langkah sederhana yaitu memanfaatkan botol plastik untuk digunakan kembali (reuse) sebenarnya masih belum banyak membantu mengurangi tumpukan sampah khususnya plastik yang makin bertambah setiap harinya. Namun, diharapkan langkah kecil ini dapat diikuti langkah-langkah besar lainnya yang berguna untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Ide pemanfaatan botol plastik bekas ini muncul dari pengamatan terhadap meningkatnya penggunaan produk tersebut dalam keseharian masyarakat. Dalam hitungan sederhana saja jika dalam sehari 100 orang warga membeli air mineral kemasan, dalam seminggu (7 hari) saja sudah menghasilkan 700 botol plastik yang terbuang. Hal tersebut terjadi di dalam ruang lingkup sebuah kelurahan. Dapat dibayangkan jika penggunaan botol plastik tersebut dihitung dalam skala yang lebih luas lagi. Kondisi yang memprihatinkan ini tentu harus diikuti dengan tindakan-tindakan nyata untuk bersama-sama mengatasi masalah sampah plastik mulai dari cara yang sederhana dari lingkungan keluarga hingga langkah yang lebih besar di lingkungan yang lebih luas.

Selain mempunyai dampak negatif, sampah botol plastik juga memiliki sisi positif bahkan mempunyai nilai ekonomis jika sampah botol plastik tersebut di manfaatkan dengan baik. Seperti sampah botol plastik dimanfaatkan sebagai wadah media tanam contoh menanam cabe dan sayur mayur di pekaragan rumah.Sesuai dengan kajian teori di atas yang menjelaskan bahwa Pengelolaan sampah dilakukan untuk mengurangi masalah-masalah yang ada di lingkungan dengan tujuan mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta menjadi material yang tidak membahayakan lingkungan hidup.[14]Hal ini dibuktikan bahwa dengan memanfaatkan sampah botol minuman sebagai media tanam dapat mengurangi masalah lingkungan, bahkan bisa menjadi nilai ekonomis bila dikelola dengan serius. Selain itu, dengan bertanam menggunakan botol minuman di pekaragan rumah, bisa menjadikan perkarangan rumah lebih indah dan menarik.

Kesadaran masyarakat perlu dibangun guna mengetahui pentingnya menjaga kebersihan dan memanfaatkan sampah dengan baik. Karena efek dari pemanfaatan sampah platik utamanya sampah botol minuman sangatlah besar. Selain mencegah pencemaran lingkungan, sampah botol plastik bisa dimanfaatkan sebagai media tanam (pot) untuk tanaman sayuran. Sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan mandiri yakni bercocok tanam menggunakan sampah botol plastik dirumah dengan kondisi lahan yang sempit.

Disamping itu, pemanfaatan pekarangan juga berpeluang menambah penghasilan rumah tangga apabila dirancang dengan baik. Berdasarkan analisis di atas terdapat beberapa potensi lahan pekarangan dan permasalahanya, untuk itu perlu sosialisasi dan pembinaan bagaimana lebih mengoptimalkan lahan pekarangan menjadi sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, masyarakat atau rumah tangga petani bisa merasakan langsung manfaatnya, maka kami menggagas adanya suatu program pembinaan Masyarakat desa sebagai usaha tentang optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah dengan system vertikultur dari limbah plastik dengan upaya mendukung Indonesia bebas sampah  serta membuat masyarakat mengetahui dan mendapat informasi terkait dengan sistem tersebut dan mengoptimalkan ketahanan pangan keluarga khususnya, dan dapat mendukung ketahanan pangan nasional sesuai dengan apa yang dicita-citakan.

 

 

PENUTUP

Kesimpulan

Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.Sampah botol minuman sudah menjadi permasalahan besar di Indonesia, terutama di desa Patarselamat khususnya dusun Patar. Hal ini terjadi karena belum ada penegelolaan/pemanfaatan sampah botol minuman secara maksimal. Pengelolaan sampah yang tidak tepat akan menimbulkan bencana alam seperti banjir dan dapat merugikan alam sekitar.

Tapi jika sampah dikelola dengan baik, maka masyarakat akan mendapatkan keuntungan yang bisa menunjang prekonomian. Karena kadang masyarakat tidak sadar akan hal yang sepeleh yang berada disekitar. Seperti memanfaatkan sampah botol plastik sebagai media tanam contoh menanam cabe atau sayur mayur di pekarangan rumah. Dengan demikian dapat mengurangi pengeluaran ekonomi masyarakat.

Saran

Berdasarkan kesimpulan dan pengamatan di lapangan, penulis dapat memberikan beberapa masukan, sebagai berikut:

1.      Pertahankan semua kegiatan yang telah kami adakan di Desa Patar Dusun Patarselamat seperti membuang sampah ke pada tempat sampah yang telah kami sediakan di sekitar gang-gang perumahan warga.

2.      Pertahankan adanya kegiatan gotong-royong yang di adakan setiap sebulan dua kali. jika perlu adanya kegiatan ini ditambah sebulan tiga kali dan sesekali difokuskan kepada sampah yang berserakan disekitar sungai-sungai.

3.      Nilai sosial yang tinggi di dusun Patar desa Patarselamat sudah baik, semua warga disana sangatlah terbuka terhadap pendatang seperti kami. Tapi alangkah baiknya jika waraga disana lebih bersosial terhadap para tetangga agar silaturrahmi lebih terjalin.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

KBBI V.

 

Mukeri, “Kemandirian Ekonomi Solusi untuk Kemajuan Bangsa”, https://jurnal.unpand.ac.id, di akses tanggal 15 Juli 2020.

 

Nurul Lailiyana Agustin, dkk., “Pengelolaan Sampah Botol Minuman oleh Ibu PKK Desa Bantrung”, ABDIMAS, vol. 21 no. 2 (Desember, 2017).

 

Purwaningrum, Pramiati. “Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di Lingkungan”, JTL, vol. 8 no. 2 (Desember, 2016).



[1]KBBI V.

[2]Mukeri, “Kemandirian Ekonomi Solusi untuk Kemajuan Bangsa”, https://jurnal.unpand.ac.id, di akses tanggal 15 Juli 2020.

[3]Ibid.

[4]KBBI V.

[5]Mukeri, “Kemandirian Ekonomi Solusi untuk Kemajuan Bangsa”, https://jurnal.unpand.ac.id, di akses tanggal 15 Juli 2020.

[6]Ibid.

[7]UU. No. 18 Tahun 2008.

[8]Ibid.

[9]Nurul Lailiyana Agustin, dkk., “Pengelolaan Sampah Botol Minuman oleh Ibu PKK Desa Bantrung”,ABDIMAS, vol. 21 no. 2 (Desember, 2017), 134.

[10]Pramiati Purwaningrum, “Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di Lingkungan”, JTL, vol. 8 no. 2 (Desember, 2016),  143.

[11]Agustin, “pengelolaan Sampah.....”, 136.

[12]Ibid., 134.

[13]Ibid.

[14]Nurul Lailiyana Agustin, dkk., “Pengelolaan Sampah Botol Minuman oleh Ibu PKK Desa Bantrung”,ABDIMAS, vol. 21 no. 2 (Desember, 2017), 134. 

Comments