Signifikansi Perbedaan Individual Dalam Kecepatan Memproses Kesan Dan Keterbatasan Kapasitas Individu Dalam Belajar
- Get link
- X
- Other Apps
SIGNIFIKANSI PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM KECEPATAN MEMPROSES KESAN DAN KETERBATASAN KAPASITAS INDIVIDU DALAM BELAJAR
Oleh: Ida Sofiana Putri
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam
belajar dibutuhkan persiapan diri untuk menghadapinya. Belajar adalah cara
seseorang untuk mengetahui suatu perihal yang belum bisa dilakukan. Seseorang
baru dapat belajar tentang sesuatu apabila dalam dirinya sudah terdapat “Readiness” untuk mempelajari sesuatu.
Karena dalam kenyataannya setiap individu mempunyai perbedaan, dan
masing-masing individu mempunyai latar belakang perkembangan yang berbeda.
Banyak
sekali hal-hal atau faktor-faktor yang mempengaruhi seorang individu dalam
proses belajar mengajar, seperti Intelegensi, ekonomi, budaya, motivasi, dan
lain-lain. Dari masing-masing faktor yang ada sangat berpengaruh besar terhadap
kegiatan dan keberhasilan belajar.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana
Perbedaan Individu dan Jenis-Jenisnya?
2. Apa Sajakah faktor-faktor
yang mempengaruhi keberhasilan belajar?
3. Bagaimana Prinsip Psikologi Pembelajaran?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perbedaan Individu
Perbedaan adalah hal yang
merupakan prinsip alam. Tidak ada dua orang yang persis sama antara satu sama
lain. Bahkan, anak yang lahir dalam satu keluarga tidak akan memiliki kesamaan
yang identik.
Pada dasarnya tiap individu
merupakan kesatuan, yang berbeda antara satu dengan yang lainnya adalah
perbedaan itu dilihat dari dua segi yaitu, dari segi horizontal dan juga
vertikal. Horizontal adalah perbedaan individu dalam aspek mental, seperti
tingkat kesadaran, bakat, minat, ingatan, emosi, dan sebagainya. Sedangkan
vertikal adalah perbedaan individu dalam aspek jasmaniah, seperti: bentuk,
tinggi,dan besarnya badan, tenaga, dan sebagainya. Dari masing-masing aspek
yang ada itulah yang berpengaruh terhadap keberhasilan kegiatan belajar.
Jenis-jenis Perbedaan Individu
1. Kecerdasan
Siswa cerdas dan kurang
cerdas dapat kita lihat dari beberapa ciri-ciri yang ada pada mereka. Seperti
contoh anak yang tingkat kecerdasannya lebih tinggi, pada umumnya mereka lebih
memiliki perhatian yang lebih baik, belajarnya juga lebih cepat, kurang
memerlukan latihan, mampu menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang sangat
singkat,dan mampu menarik kesimpulan dan bisa melakukan abstraksi.
Berbeda halnya dengan siswa
yang kurang cerdas, mereka pada umumnya pada saat belajar lebih lamban,
memerlukan banyak latihan, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk maju, dan
kurangnya kemampuan untuk melakukan abstraksi.
2. Bakat (aptitude)
Untuk mengetahui bakat
seseorang, maka harus dilakukan dengan memberikan tes bakat (aptitude test) pada waktu mereka mulai
bersekolah. Bakat ikut menentukan perbedaan hasil belajar, sikap, minat, dan
lain-lain.
3. Keadaan Jasmani
Keadaaan Jasmani siswa
berbeda-beda. Perbedaan itu terdapat pada stuktur badan (tinggi, berat, dan
koordinasi anggota badan), cacat badan (gangguan pada penglihatan, sakit
menahun, mudah pusing kepala, dan lain-lain), gangguan penyakit tertentu.
Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi efisiensi dan kegairahan belajar, mudah
lelah, kurang berminat melakukan berbagai kegiatan, dan akan mempengaruhi hasil
belajar.
4. Penyesuaian Sosial dan Emosional
Keadaan sosial dan emosi
individu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Berbagai sikap sosial dan
emosional, adalah pendiam, pemberang, pemalu, pemberani, mudah bereaksi, senang
bekerjasama, suka mengasingkan diri, mudah terpengaruh, sensiitf, mudah
menggantungkan diri kepada orang lain. Tingkah laku sosial dan emosional ini
dapat berubah sesuai dengan kondisi dan situasi sekitarnya. Keadaan ini besar
pengaruhnya terhadap kegiatan dan keberhasilan belajar siswa.
5. Keadaan Keluarga
Keadaan keluarga, besar
pengaruhnya terhadap individu, dan oleh karenanya terjadi perbedaan individual
yang dilatar belakangi perbedaan keadaan keluarga. Pengaruhnya terjadi pada
perbedaan dalam hal-hal pengalaman sikap, apresiasi, minat, sikap ekonomis,
cara berkomunikasi, kebiasaan berbicara, hubungan kerjasama, pola pikir, dan
lain-lain. Perbedaan dalam hal-hal tersebut mempengaruhi tingkah laku dan
perubahan belajar sekolah.
6. Prestasi belajar
Perbedaan hasil belajar di
kalangan para siswa disebabkan oleh faktor-faktor kematangan,latar belakang
pribadi, sikap dan bakat terhadap pelajaran, jenis mata ajaran yang diberikan,
dan sebagainya.
B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar.
Secara garis besar
faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar itu dapat dibagi menjadi
dua bagian besar yaitu, faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor internal
Faktor ini merupakan faktor
yang berasal dari dalam individu itu sendiri. Faktor internal terdiri dari
faktor biologisdan faktor psikologis.
a. Faktor Biologis (Jasmaniyah)
Faktor biologis meliputi
segala hal yang berhubungan dengan keadaan fisik atau jasmani individu yang
bersangkutan. Keadaan jasmani yang perlu diperhatikan sehubungan dengan faktor
biologis ini diantaranya, yaitu:
Pertama, kondisi fisik
yang norma. Kondisi fisik yang normal atau tidak memiliki cacat sejak dalam
kandungan sampai sesudah lahir sudah tentu merupakan hal yang sangat menentukan
keberhasilan belajar seseorang.
Kedua,
kondisi
kesehatan fisik. Bagaimana kondisi kesehatan fisik yang sehat dan segar (fit)
sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang.
b. Faktor Psikologis (Rohaniyah)
Faktor psikologis yang
mempengaruhi keberhasilan belajar ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan
kondisi mental seseorang. Kondisi mental yang dapat menunjang keberhasilan belajar
adalah kondisi mental yang mantap dan stabil.
Sikap mental yang positif
dalam proses belajar itu misalnya saja adalah kerajinan dan ketekunan dalam
belajar, tidak mudah putus asa atau frustasi dalam menghadapi kesulitan dan
kegagalan, tidak mudah terpengaruh untuk lebih mementingkan kesenangan daripada
belajar, mempunyai inisiatif sendiri dalam belajar, berani bertanya, dan selalu
percaya pada diri sendiri. Selain berkaitan erat dengan sikap mental yang
positif, faktor yang psikologis ini meliputi pula ha-hal berikut.
Pertma,
intelegensi.
Intelegensi atau tingkat kecerdasan dasar seseorang berpengaruh besar terhadap
keberhasilan belajar seseorang.
Kedua, kemauan.
Kemauan dapat dikatakan sebagai faktor utama penentu keberhasilan belajar
seseorang. Lebih dari itu, dapat dikatakan kemauan merupakan motor penggerak
utama yang menentukan keberhasilan seseorang dalam setiap segi kehidupannya.
Ketiga,bakat. Bakat
memang merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan belajar
seseorang dalam suatu bidang tertentu.
Keempat,daya ingat.
Bagaimana daya ingat sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang,
kiranya sangat mudah dimengerti.
Kelima,
daya
konsentrasi. Daya konsentrasi merupakan suatu kemampuan untuk memfokuskan
pikiran, perasaan, kemauan, dan segenap panca-indra ke satu objek di dalam satu
aktivitas tertentu, dengan disertai usaha untuk tidak memedulikan objek-objek
lain yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas itu.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan
faktor yang bersumber dari luar individu itu sendiri. Faktor eksternal meliputi
faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah, faktor lingkungan
masyarakat, dan faktor waktu.
a. Faktor Lingkungan Keluarga
Faktor lingkungan rumah atau
keluarga ini merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan
perkembangan pendidikan seseorang. Dan tentu saja merupakan faktor pertama dan
utama pula dalam menentukan keberhasilan belajar seseorang.
Kondisi lingkungan keluarga
yang sangat menentukan keberhasilan belajar seseorang di antaranya ialah adanya
hubungan yang harmonis di antara sesama anggota keluarga, tersedianya tempat
dan peralatan belajar yang cukup memadai, keadaan ekonomi keluarga yang cukup,
suasana lingkungan rumah yang cukup tenang, adanya perhatian yang besar dari
orang tua terhadap perkembangan proses belajar dan pendidikan anak-anaknya.
b. Faktor Lingkungan Sekolah
Suatu hal yang paling mutlak
harus ada di sekolah untuk menunjang keberhasilan belajar adalah adanya tata
tertib dan disiplin yang ditegakkan secara konsekuen dan konsisten. Disiplin
tersebut harus ditegakkan secara menyeluruh, dari pimpinan sekolah yang
bersangkutan, para guru, para siswa, sampai karyawan sekolah lainnya.
Kondisi lingkungan sekolah
yang juga dapat mempengaruhi kondisi belajar antara lain adalah adanya guru
yang baik dalam jumlah cukup memadai sesuai dengan jumlah bidang studi yang
ditentukan, peralatan belajar yang cukup lengkap, gedung sekolah yang memenuhi
persyaratan bagi berlangsungnya proses belajar yang baik, adanya teman yang
baik, adanya keharmonisan hubungan antara semua personil sekolah.
Pengajar yang mampu mengajar
dengan hatinya jelas akan berdampak yang luar biasa pada pembelajarannya.
Percaya atau tidak seorang guru berpengaruh pada pembentukan masa depan murid.
Guru tidak perlu menyuruh siswanya untuk belajar di rumah, karena mereka akan
belajar dengan sendirinya.
c.
Faktor Lingkungan Masyarakat
Lingkungan atau tempat
tertentu yang dapat menunjang keberhasilan belajar diantaranya adalah
lembaga-lembaga pendidikan nonformal yang melaksanakan kursus-kursus
tertentu,seperti kursus bahasa asing, keterampilan tertentu, bimbingan tes,
kursus pelajaran tambahan yang menunjang keberhasilan belajar di sekolah,
sanggar majelis taklim, sanggar organisasi keagamaan seperti remaja masjid dan
gereja, sanggar karang taruna.
Lingkungan atau tempat
tertentu yang dapat menghambat keberhasilan belajar antara lain adalah tempat
hiburan tertentu yang banyak dikunjungi orang yang lebih mengutamakan
kesenangan atau hura-hura seperti diskotik, bioskop, pusat-pusat perbelanjaan
yang merangsang kecenderungan konsumerisme, dan tempat-tempat hiburan lainnya
yang memungkinkan orang dapat melakukan perbuatan maksiat seperti judi,
mabuk-mabuk.an, penyalahgunaan zat atau obat.
Untuk mengatasi hal ini,
kiranya peranan pendidikan di rumah dan di sekolah harus lebih ditingkatkan
untuk mengimbangi pesatnya perkembangan lingkungan masyarakat itu sendiri.
d.
Faktor Waktu
Waktu (kesempatan) memang
berpengaruh terhadap keberhasilan belajar seseorang, tentunya telah kita
ketahui bersama. Sebenarnya yang sering menjadi masalah bagi siswa bukan ada
atau tidak adanya waktu, melainkan bisa atau tidaknya mengatur waktu yang
tersedia untuk belajar. Selain itu masalah yang perlu diperhatikan adalah
bagaimana mencari dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya agar di satu sisi
siswa dapat menggunakan waktunya untuk belajar dengan baik dan sisi lain mereka
juga dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat hiburan atau rekreasi yang
sangat bermanfaat pula untuk menyegarkan pikiran (refreshing).
Adanya keseimbangan antara
kegiatan belajar dan kegiatan yang bersifat hiburan atau rekreasi itu sangat
perlu. Tujuannya agar selain dapat meraih prestasi belajar yang maksimal, siswa
pun tidak dihinggapi kejenuhan dan kelelahan pikiran yang berlebihan serta
merugikan.
C. Prinsip-Prinsip Psikologi Pembelajaran
Dalam pendidikan islam
selalu memperhatikan perbedaan individu peserta didik serta menghormati harkat,
martabat dan kebebasan berpikir mengeluarkan pendapat dan menetapkan
pendiriannya, sehingga bagi murid belajar merupakan hal yang menyenangkan dan
mendorong perkembangan kepribadiannya secara optimal.
Adapun prinsip-prinsip dalam
pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Perbedaan minat, dan perhatian.
Menurut Crow dan Crow, minat
merupakan sebagai kekuatan pendorong yang menyebabkan individu memberikan
perhatian kepada seseorang, atau kepada aktivitas-aktivitas tertentu. Untuk itu
dalam kegiatan pembelajaran kalau bahan pembelajaran diambil dari pusat-pusat
minat murid, dengan sendirinya perhatian spontan akan timbul sehingga belajar
akan berlangsung dengan baik.
Sedangkan perhatian salah
satu faktor psikologi yang dapat membantu terjadinya interaksi dalam proses
pembelajaran. Kondisi ini dapat terbentuk melalui dua hal yaitu pertama, yang timbul secara intrinsik
dan yang kedua, melalui bahan
pelajaran.
2. Perbedaan carabelajar
Cara belajar anak didik dapat dikategorikan ke dalam
empat cara, yaitu:
a. Cara belajar somatic, adalah yang lebih menekankan pada aspek gerak
tubuh.
b. Cara belajar auditif, adalah cara belajar yang lebih menekankan pada
aspek pendengaran.
c. Cara belajar visual, adalah cara belajar yang lebih menekankan pada
aspek gambar atau penglihatan.
d. Cara belajar intelektual, adalah cara belajar yang lebih menekankan pada
aspek penalaran atau logika.
3. Perbedaan Kecerdasan
Peserta didik mempunyai
kecerdasan yang berbeda. Kecerdasan yang dimaksud adalah: kecerdasan linguistik,
logis-matematis, spasial, musikal, kinestetis-jasmani, interpersonal,
intrapersonal, dan naturalis. Agar semua kecerdasan dapat dikembangkan maka
proses pembelajaran hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan
setiap potensi kecerdasan yang dimiliki peserta didik tersebut berkembang
dengan baik. Dalam pendidikan islam diutamakan adalah kecerdasan spiritual dan
emosional.
4. Perbedaan Belajar dengan Melakukan
Pendidikan modern menekankan
pada kegiatan anak dalam proses pembelajaran. Anak aktif mencari sendiri dan
bekerja sendiri. Dengan demikian anakakan lebih bertanggungjawab dan berani
mengambil keputusan sehingga pengertian mengenai suatu persoalan benar-benar
mereka pahami dengan baik.
Misalnya, dalam pendidikan
islam pada pelajaran ibadah sholat, sifat anak yang suka bergerak perlu
dipergunakan baik-baik dengan dramatisasi, dramawisata ke tempat peribadahan,
bersama-sama membersihkan tempat sholat dan lain-lain.
5. Perbedaan Mengembangkan Kemampuan Sosial
Kegiatan
pembelajaran tidak hanya mengoptimalkan kemampuan individual secara internal,
melainkan juga mengasah kemampuan peserta didik untuk membangun hubungan dengan
pihak lain. Melalui interaksi dengan teman atau dengan guru. Seperti, diskusi,
saling bertanya, dan saling menjelaskan.
6.
Perbedaan Mengembangkan
Keingintahuan
Setiap manusia tidak akan pernah diam manakala berhadapan
dengan hal-hal yang baru. Manusia bersifat peka, kritis, dan kreatif terhadap
yang baru, dan berusaha mempelajarinya sampai semua itu terjawab dan jawabannya
menjadi puas. Kebutuhan rasa ingin tahu itulah mendorong manusia untuk
mempelajari segala sesuatu dalam hidupnya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara
tanya jawab,diskusi, musyawarah dan lain-lain.
7.
Perbedaan Mengembangkan
keterampilan pemecahan masalah
Peserta didik perlu dilatih untuk memecahkan masalah agar
ia berhasil dalam kehidupannya. Hal ini dengan cara berdiskusi.
8.
Perbedaan Mengembangkan
kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi
Peserta didik perlu mengenal penggunaan ilmu pengetahuan
dan teknologi sejak dini. Supaya anak tidak asing dengan perkembangan ilmu dan
teknologi, oleh karena itu guru hendaknya mengaitkan materi yang disampaikan
dengan kemajuan ilmu dan teknologi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perbedaan Individu merupakan prinsip alam. Perbedaan
bukan menjadi permasalahan yang besar dalam belajar. Tetapi perbedaan itu yang
akan membuat pola perkembangan anak didik semakin bertambah. Karena sebuah
perbedaan bukan aib yang harus di takuti dan di jauhi melainkan perbedaan yang
akan menyatukan sebuah pembelajaran yang harmonis.
DAFTAR PUSTAKA
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.
Parnawi, Afi. Psikologi Belajar. Yogyakarta: CV Budi Utama, 2019.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment