Quotes Instagram Astetik Trend 2022

Signifikansi Perbedaan Individual Dalam Kecepatan Memproses Kesan Dan Keterbatasan Kapasitas Individu Dalam Belajar

SIGNIFIKANSI PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM KECEPATAN MEMPROSES KESAN DAN KETERBATASAN KAPASITAS INDIVIDU DALAM BELAJAR

Oleh: Ida Sofiana Putri


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.       Latar Belakang           

Dalam belajar dibutuhkan persiapan diri untuk menghadapinya. Belajar adalah cara seseorang untuk mengetahui suatu perihal yang belum bisa dilakukan. Seseorang baru dapat belajar tentang sesuatu apabila dalam dirinya sudah terdapat “Readiness” untuk mempelajari sesuatu. Karena dalam kenyataannya setiap individu mempunyai perbedaan, dan masing-masing individu mempunyai latar belakang perkembangan yang berbeda.

Banyak sekali hal-hal atau faktor-faktor yang mempengaruhi seorang individu dalam proses belajar mengajar, seperti Intelegensi, ekonomi, budaya, motivasi, dan lain-lain. Dari masing-masing faktor yang ada sangat berpengaruh besar terhadap kegiatan dan keberhasilan belajar.

        B.     Rumusan Masalah

1.    Bagaimana Perbedaan Individu dan Jenis-Jenisnya?

2.    Apa Sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar?

3.    Bagaimana Prinsip Psikologi Pembelajaran?

 

 

  

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Perbedaan Individu

Perbedaan adalah hal yang merupakan prinsip alam. Tidak ada dua orang yang persis sama antara satu sama lain. Bahkan, anak yang lahir dalam satu keluarga tidak akan memiliki kesamaan yang identik. 

Pada dasarnya tiap individu merupakan kesatuan, yang berbeda antara satu dengan yang lainnya adalah perbedaan itu dilihat dari dua segi yaitu, dari segi horizontal dan juga vertikal. Horizontal adalah perbedaan individu dalam aspek mental, seperti tingkat kesadaran, bakat, minat, ingatan, emosi, dan sebagainya. Sedangkan vertikal adalah perbedaan individu dalam aspek jasmaniah, seperti: bentuk, tinggi,dan besarnya badan, tenaga, dan sebagainya. Dari masing-masing aspek yang ada itulah yang berpengaruh terhadap keberhasilan kegiatan belajar.

Jenis-jenis Perbedaan Individu

1.      Kecerdasan

Siswa cerdas dan kurang cerdas dapat kita lihat dari beberapa ciri-ciri yang ada pada mereka. Seperti contoh anak yang tingkat kecerdasannya lebih tinggi, pada umumnya mereka lebih memiliki perhatian yang lebih baik, belajarnya juga lebih cepat, kurang memerlukan latihan, mampu menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang sangat singkat,dan mampu menarik kesimpulan dan bisa melakukan abstraksi.

Berbeda halnya dengan siswa yang kurang cerdas, mereka pada umumnya pada saat belajar lebih lamban, memerlukan banyak latihan, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk maju, dan kurangnya kemampuan untuk melakukan abstraksi.

2.        Bakat (aptitude)

Untuk mengetahui bakat seseorang, maka harus dilakukan dengan memberikan tes bakat (aptitude test) pada waktu mereka mulai bersekolah. Bakat ikut menentukan perbedaan hasil belajar, sikap, minat, dan lain-lain.

3.      Keadaan Jasmani

Keadaaan Jasmani siswa berbeda-beda. Perbedaan itu terdapat pada stuktur badan (tinggi, berat, dan koordinasi anggota badan), cacat badan (gangguan pada penglihatan, sakit menahun, mudah pusing kepala, dan lain-lain), gangguan penyakit tertentu. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi efisiensi dan kegairahan belajar, mudah lelah, kurang berminat melakukan berbagai kegiatan, dan akan mempengaruhi hasil belajar.

4.      Penyesuaian Sosial dan Emosional

Keadaan sosial dan emosi individu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Berbagai sikap sosial dan emosional, adalah pendiam, pemberang, pemalu, pemberani, mudah bereaksi, senang bekerjasama, suka mengasingkan diri, mudah terpengaruh, sensiitf, mudah menggantungkan diri kepada orang lain. Tingkah laku sosial dan emosional ini dapat berubah sesuai dengan kondisi dan situasi sekitarnya. Keadaan ini besar pengaruhnya terhadap kegiatan dan keberhasilan belajar siswa.

5.      Keadaan Keluarga

Keadaan keluarga, besar pengaruhnya terhadap individu, dan oleh karenanya terjadi perbedaan individual yang dilatar belakangi perbedaan keadaan keluarga. Pengaruhnya terjadi pada perbedaan dalam hal-hal pengalaman sikap, apresiasi, minat, sikap ekonomis, cara berkomunikasi, kebiasaan berbicara, hubungan kerjasama, pola pikir, dan lain-lain. Perbedaan dalam hal-hal tersebut mempengaruhi tingkah laku dan perubahan belajar sekolah.

6.      Prestasi belajar

Perbedaan hasil belajar di kalangan para siswa disebabkan oleh faktor-faktor kematangan,latar belakang pribadi, sikap dan bakat terhadap pelajaran, jenis mata ajaran yang diberikan, dan sebagainya.

 

B.  Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar.

Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar itu dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu, faktor internal dan faktor eksternal.

1.      Faktor internal

Faktor ini merupakan faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri. Faktor internal terdiri dari faktor biologisdan faktor psikologis.

a.       Faktor Biologis (Jasmaniyah)

Faktor biologis meliputi segala hal yang berhubungan dengan keadaan fisik atau jasmani individu yang bersangkutan. Keadaan jasmani yang perlu diperhatikan sehubungan dengan faktor biologis ini diantaranya, yaitu:

Pertama, kondisi fisik yang norma. Kondisi fisik yang normal atau tidak memiliki cacat sejak dalam kandungan sampai sesudah lahir sudah tentu merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilan belajar seseorang.

Kedua, kondisi kesehatan fisik. Bagaimana kondisi kesehatan fisik yang sehat dan segar (fit) sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang.

b.      Faktor Psikologis (Rohaniyah)

Faktor psikologis yang mempengaruhi keberhasilan belajar ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang. Kondisi mental yang dapat menunjang keberhasilan belajar adalah kondisi mental yang mantap dan stabil.

Sikap mental yang positif dalam proses belajar itu misalnya saja adalah kerajinan dan ketekunan dalam belajar, tidak mudah putus asa atau frustasi dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan, tidak mudah terpengaruh untuk lebih mementingkan kesenangan daripada belajar, mempunyai inisiatif sendiri dalam belajar, berani bertanya, dan selalu percaya pada diri sendiri. Selain berkaitan erat dengan sikap mental yang positif, faktor yang psikologis ini meliputi pula ha-hal berikut.

Pertma, intelegensi. Intelegensi atau tingkat kecerdasan dasar seseorang berpengaruh besar terhadap keberhasilan belajar seseorang.

Kedua, kemauan. Kemauan dapat dikatakan sebagai faktor utama penentu keberhasilan belajar seseorang. Lebih dari itu, dapat dikatakan kemauan merupakan motor penggerak utama yang menentukan keberhasilan seseorang dalam setiap segi kehidupannya.

Ketiga,bakat. Bakat memang merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan belajar seseorang dalam suatu bidang tertentu.

Keempat,daya ingat. Bagaimana daya ingat sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang, kiranya sangat mudah dimengerti.

Kelima, daya konsentrasi. Daya konsentrasi merupakan suatu kemampuan untuk memfokuskan pikiran, perasaan, kemauan, dan segenap panca-indra ke satu objek di dalam satu aktivitas tertentu, dengan disertai usaha untuk tidak memedulikan objek-objek lain yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas itu.

2.      Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang bersumber dari luar individu itu sendiri. Faktor eksternal meliputi faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah, faktor lingkungan masyarakat, dan faktor waktu.

a.    Faktor Lingkungan Keluarga

Faktor lingkungan rumah atau keluarga ini merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan perkembangan pendidikan seseorang. Dan tentu saja merupakan faktor pertama dan utama pula dalam menentukan keberhasilan belajar seseorang.

Kondisi lingkungan keluarga yang sangat menentukan keberhasilan belajar seseorang di antaranya ialah adanya hubungan yang harmonis di antara sesama anggota keluarga, tersedianya tempat dan peralatan belajar yang cukup memadai, keadaan ekonomi keluarga yang cukup, suasana lingkungan rumah yang cukup tenang, adanya perhatian yang besar dari orang tua terhadap perkembangan proses belajar dan pendidikan anak-anaknya.

b.    Faktor Lingkungan Sekolah

Suatu hal yang paling mutlak harus ada di sekolah untuk menunjang keberhasilan belajar adalah adanya tata tertib dan disiplin yang ditegakkan secara konsekuen dan konsisten. Disiplin tersebut harus ditegakkan secara menyeluruh, dari pimpinan sekolah yang bersangkutan, para guru, para siswa, sampai karyawan sekolah lainnya.

Kondisi lingkungan sekolah yang juga dapat mempengaruhi kondisi belajar antara lain adalah adanya guru yang baik dalam jumlah cukup memadai sesuai dengan jumlah bidang studi yang ditentukan, peralatan belajar yang cukup lengkap, gedung sekolah yang memenuhi persyaratan bagi berlangsungnya proses belajar yang baik, adanya teman yang baik, adanya keharmonisan hubungan antara semua personil sekolah.

Pengajar yang mampu mengajar dengan hatinya jelas akan berdampak yang luar biasa pada pembelajarannya. Percaya atau tidak seorang guru berpengaruh pada pembentukan masa depan murid. Guru tidak perlu menyuruh siswanya untuk belajar di rumah, karena mereka akan belajar dengan sendirinya.

c.         Faktor Lingkungan Masyarakat

Lingkungan atau tempat tertentu yang dapat menunjang keberhasilan belajar diantaranya adalah lembaga-lembaga pendidikan nonformal yang melaksanakan kursus-kursus tertentu,seperti kursus bahasa asing, keterampilan tertentu, bimbingan tes, kursus pelajaran tambahan yang menunjang keberhasilan belajar di sekolah, sanggar majelis taklim, sanggar organisasi keagamaan seperti remaja masjid dan gereja, sanggar karang taruna.

Lingkungan atau tempat tertentu yang dapat menghambat keberhasilan belajar antara lain adalah tempat hiburan tertentu yang banyak dikunjungi orang yang lebih mengutamakan kesenangan atau hura-hura seperti diskotik, bioskop, pusat-pusat perbelanjaan yang merangsang kecenderungan konsumerisme, dan tempat-tempat hiburan lainnya yang memungkinkan orang dapat melakukan perbuatan maksiat seperti judi, mabuk-mabuk.an, penyalahgunaan zat atau obat.

Untuk mengatasi hal ini, kiranya peranan pendidikan di rumah dan di sekolah harus lebih ditingkatkan untuk mengimbangi pesatnya perkembangan lingkungan masyarakat itu sendiri.

d.        Faktor Waktu

Waktu (kesempatan) memang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar seseorang, tentunya telah kita ketahui bersama. Sebenarnya yang sering menjadi masalah bagi siswa bukan ada atau tidak adanya waktu, melainkan bisa atau tidaknya mengatur waktu yang tersedia untuk belajar. Selain itu masalah yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mencari dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya agar di satu sisi siswa dapat menggunakan waktunya untuk belajar dengan baik dan sisi lain mereka juga dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat hiburan atau rekreasi yang sangat bermanfaat pula untuk menyegarkan pikiran (refreshing).

Adanya keseimbangan antara kegiatan belajar dan kegiatan yang bersifat hiburan atau rekreasi itu sangat perlu. Tujuannya agar selain dapat meraih prestasi belajar yang maksimal, siswa pun tidak dihinggapi kejenuhan dan kelelahan pikiran yang berlebihan serta merugikan.

 

C.  Prinsip-Prinsip Psikologi Pembelajaran

Dalam pendidikan islam selalu memperhatikan perbedaan individu peserta didik serta menghormati harkat, martabat dan kebebasan berpikir mengeluarkan pendapat dan menetapkan pendiriannya, sehingga bagi murid belajar merupakan hal yang menyenangkan dan mendorong perkembangan kepribadiannya secara optimal.

Adapun prinsip-prinsip dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

1.    Perbedaan minat, dan perhatian.

Menurut Crow dan Crow, minat merupakan sebagai kekuatan pendorong yang menyebabkan individu memberikan perhatian kepada seseorang, atau kepada aktivitas-aktivitas tertentu. Untuk itu dalam kegiatan pembelajaran kalau bahan pembelajaran diambil dari pusat-pusat minat murid, dengan sendirinya perhatian spontan akan timbul sehingga belajar akan berlangsung dengan baik.

Sedangkan perhatian salah satu faktor psikologi yang dapat membantu terjadinya interaksi dalam proses pembelajaran. Kondisi ini dapat terbentuk melalui dua hal yaitu pertama, yang timbul secara intrinsik dan yang kedua, melalui bahan pelajaran.

2.    Perbedaan carabelajar

Cara belajar anak didik dapat dikategorikan ke dalam empat cara, yaitu:

a.    Cara belajar somatic, adalah yang lebih menekankan pada aspek gerak tubuh.

b.    Cara belajar auditif, adalah cara belajar yang lebih menekankan pada aspek pendengaran.

c.    Cara belajar visual, adalah cara belajar yang lebih menekankan pada aspek gambar atau penglihatan.

d.   Cara belajar intelektual, adalah cara belajar yang lebih menekankan pada aspek penalaran atau logika.

3.    Perbedaan Kecerdasan

Peserta didik mempunyai kecerdasan yang berbeda. Kecerdasan yang dimaksud adalah: kecerdasan linguistik, logis-matematis, spasial, musikal, kinestetis-jasmani, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Agar semua kecerdasan dapat dikembangkan maka proses pembelajaran hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan setiap potensi kecerdasan yang dimiliki peserta didik tersebut berkembang dengan baik. Dalam pendidikan islam diutamakan adalah kecerdasan spiritual dan emosional.

4.    Perbedaan Belajar dengan Melakukan

Pendidikan modern menekankan pada kegiatan anak dalam proses pembelajaran. Anak aktif mencari sendiri dan bekerja sendiri. Dengan demikian anakakan lebih bertanggungjawab dan berani mengambil keputusan sehingga pengertian mengenai suatu persoalan benar-benar mereka pahami dengan baik.

Misalnya, dalam pendidikan islam pada pelajaran ibadah sholat, sifat anak yang suka bergerak perlu dipergunakan baik-baik dengan dramatisasi, dramawisata ke tempat peribadahan, bersama-sama membersihkan tempat sholat dan lain-lain.

5.    Perbedaan Mengembangkan Kemampuan Sosial

Kegiatan pembelajaran tidak hanya mengoptimalkan kemampuan individual secara internal, melainkan juga mengasah kemampuan peserta didik untuk membangun hubungan dengan pihak lain. Melalui interaksi dengan teman atau dengan guru. Seperti, diskusi, saling bertanya, dan saling menjelaskan.

6.    Perbedaan Mengembangkan Keingintahuan

          Setiap manusia tidak akan pernah diam manakala berhadapan dengan hal-hal yang baru. Manusia bersifat peka, kritis, dan kreatif terhadap yang baru, dan berusaha mempelajarinya sampai semua itu terjawab dan jawabannya menjadi puas. Kebutuhan rasa ingin tahu itulah mendorong manusia untuk mempelajari segala sesuatu dalam hidupnya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara tanya jawab,diskusi, musyawarah dan lain-lain.

7.    Perbedaan Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah

          Peserta didik perlu dilatih untuk memecahkan masalah agar ia berhasil dalam kehidupannya. Hal ini dengan cara berdiskusi.

8.    Perbedaan Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi

          Peserta didik perlu mengenal penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini. Supaya anak tidak asing dengan perkembangan ilmu dan teknologi, oleh karena itu guru hendaknya mengaitkan materi yang disampaikan dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

 

 

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Perbedaan Individu merupakan prinsip alam. Perbedaan bukan menjadi permasalahan yang besar dalam belajar. Tetapi perbedaan itu yang akan membuat pola perkembangan anak didik semakin bertambah. Karena sebuah perbedaan bukan aib yang harus di takuti dan di jauhi melainkan perbedaan yang akan menyatukan sebuah pembelajaran yang harmonis.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.

Parnawi, Afi. Psikologi Belajar. Yogyakarta: CV Budi Utama, 2019.

 


Comments