- Get link
- X
- Other Apps
PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING AGAMA
Oleh : Ida Sofiana Putri
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manusia
dilahirkan didunia dengan dibekali akal, pikiran, dan perasaan. Dengan bekal
itulah manusia disebut sebagai mahluk yang paling sempurna di bumi ini. Akan
tetapi seiring dengan akal, pikiran, dan perasaan itu pula manusia diselimuti
oleh berbagai macam masalah, bahkan ada yang mengatakan bahwa manusia merupakan
mahluk dengan segudang masalah (human
with multiproblem). Dengan berbagai masalah itu ada yang bisa mereka atasi
dengan sendirinya atau mereka memerlukan bantuan orang lain (konselor) untuk mengatasi
masalah yang dihadapinya. Dan pemberian bantuan dari orang yang ahli (konselor)
kepada individu yang membutuhkan (klien) itulah yang dinamakan “Konseling”.
Dalam memecahkan masalahnya, manusia memiliki banyak
pilihan cara, salah satunya adalah dengan cara islam. Mengapa islam? Karena
islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa Definisi dari Bimbingan dan Konseling Islam?
2. Apa saja Program Bimbingan dan Konseling Islam?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Bimbingan dan Konseling Islam
Bimbingan
dan konseling merupakan terjemahan dari istilah “guidance” dan “counseling”
dalam bahasa Inggris. Secara harfiah, istilah “guidance” berasal dari akar kata “guide” yang berarti : (1) mengarahkan (to direct), (2) memandu (to
pilot), (3) mengelola (to manage),
dan (4) menyetir (to steer). Selain
itu, “guidance” mempunyai hubungan
dengan “guiding” yang berarti
menunjukkan jalan (showing a way),
memimpin (leading), menuntun (conducting), memberikan petunjuk (giving instructions), mengatur (regulation), mengarahkan (governing), dan memberikan nasihat (giving advice). Sedangkan kata “counseling” dari kata benda counsel yang berarti nasihat.Berdasarkan
istilah tersebut, sesuai dengan istilahnya, maka hubungan dan konseling
diartikan secara umum sebagai suatu proses bantuan (helping). Namun perlu diingat bahwa “tidak setiap bentuk bantuan
adalah bimbingan.
Berdasarkan
literature bahasa Arab kata konseling disebut Al-Irsyad atau Al-Istisyarah,
dan kata bimbingan disebut Attaujih. Secara
etimologi kata Irsyad berarti alhuda, ad-dalah yang dalam bahasa
Indonesia berarti : petunjuk, sedangkan kata Al Istisyarah berarti: talaba
min al-mansyurah/an-nasihah, dalam bahasa Indonesia berarti meminta
nasihat/konsultasi.
Menurut
Samsul Munir Amin dalam bukunya “Bimbingan dan konseling Islam “Bimbingan
Konseling Islami adalah suatu proses pemberian bantuan terarah, continue dan
sistematis kepada setiap individu agar ia dapat mengembangkan potensi atau
fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal dengan cara
menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam al-quran tuntunan
al-quran dan hadist.[1]
B. Program Bimbingan dan Konseling Islam
Program
bimbingan dan konseling merupakan salah satu keharusan sebagai salah satu aspek
pembaruan yang dipandang penting bagi penunjang suksesnya program pengajaran
dan pendidikan.
Program-program
bimbingan dan konseling agama, antara lain dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Bidang kependidikan
Program-program bimbingan dan konseling dalam bidang
pendidikan, antara lain sebagai berikut:
a.
Menyediakan
kesempatan sebaik-baiknya kepada anak didik untuk menemukan minat, bakat, serta
kecakapannya dalam bidang studi, dan mendorong agar mereka suka meminta
bimbingan dan nasihat kepada guru sebagai pembimbing agama (konselor) pada saat
tertentu dimana mereka menemui permasalahan.
b. Menyediakan informasi-informasi yang
penting dan relevan dengan kegiatan studi lanjutan yang lebih sesuai dengan
bakat, minat dan kapasitas masing-masing. Menyediakan fasilitas belajaranak serta
pemberian bantuan dalam hal yang menyangkut kesulitan belajarnya dengan
menunjukkan metode yang baik baginya.
c. Menyediakan kesempatan bagi anak yang
baru memasuki jenjang sekolah yang baru seperti dari sekolah dasar ke sekolah
menengah pertama, atau dari sekolah menengah pertama ke sekolah menengah atas,
dan seterusnya, untuk dapat menghindari dari masa transisi yang dapat
menimbulkan ketidak mampuan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi baru
baik fisik maupun personal.
2. Bidang pekerjaan (vocational)
Bimbingan dan konseling dalam bidang pekerjaan
menyediakan informasi tentang kesempatan memperoleh pekerjaan yang diharapkan
sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing individu anak, serta
informasi tentang lapangan kerja yang diharapkan, dan juga usaha menolong
mereka mendapatkan pekerjaan yang halal, nyaman, dan sebagainya.
3. Bidang sikap dan nilai-nilai
Bimbingan dan konseling dalam bidang sikap dan nilai
sangat diperlukan. Menyediakan kesempatan bagi anak untuk dapat mengembangkan
sikap dan nilai-nilai sesuai dengan idealis agama yang mendalam sehingga frame
of religious reference (pola dasar hidup keagamaan) yang dapat diharapkan
menjadi pengontrol segala aktivitas hidupnya dalam masyarakat.
4. Bidang kesehatan jasmani dan rohani
Program bimbingan dan konseling dalam bidang jasmani
dan rohani antara lain sebagai berikut:
a. Menyediakan kesempatan serta situasi
dimana anak yang dibimbing akan terdorong kepada usaha yang berguna bagi
kesehatan jasmani dan rohani.
b. Memberikan motivasi kepada anak untuk
memahami arti usaha preventif dan kuratif bagi kesehatan rohaniah dan
jasmaniah.
5. Bidang pembinaan kepribadian
Bidang pembinaan
kepribadian antara lain diperlukan dalam hal :
a.
Menyediakan
informasi serta memberikan motivasi kepada anak bimbingan agar meningkatkan
pembinaan serta pengembangan kepribadian yang sehat dan utuh.
b.
Mengembangkan
inspirasi dan dorongan-dorongan yang timbul dari minat, perhatian pribadi
individu yang memahami masalah perkembangan kepribadian anak.
c.
Menyediakan
waktu secara periodic untuk konseling tentang persoalan-persoalan hidup pribadi
anak di lingkungan sekolah.
6. Follow
up service (tindak lanjut pelayanan bimbingan)
Follow up
service (tindak lanjut pelayanan bimbingan)
dalam hal ini mengandung arti evaluasi hasil pendidikan dari suatu jenjang
pendidikan, karena program dibidang ini menyangkut penelitian terhadap lulusan
sekolah, baik yang melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi maupun lulusan yang
telah bekerja di dalam masyarakat.
7. Target bimbingan dan konseling agama
Target
maksimal pada program bimbingan agama yaitu agar ajaran agama dapat berfungsi
di dalam kehidupan sehari-hari anak didik, terutama setelah mereka menjadi
anggota masyarakat sepenuhnya. Penghayatan terhadap ajaran agama secara positif
menimbulkan kesadaran dan pengalamannya di dalam kehidupan sehari-hari
masing-masing pribadi mereka. Di sinilah akan tampak bahwa pengajaran agama
dengan pendidikan atau bimbingan agama merupakan perpaduan yang bulat yang
dimanifestasikan dalam tingkah laku individu manusia. [2]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Menurut
Samsul Munir Amin dalam bukunya “Bimbingan dan konseling Islam “Bimbingan
Konseling Islami adalah suatu proses pemberian bantuan terarah, continue dan
sistematis kepada setiap individu agar ia dapat mengembangkan potensi atau
fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal dengan cara
menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam al-quran tuntunan
al-quran dan hadist.
Program-program
bimbingan dan konseling islam, sebagai berikut:
1. Bidang kependidikan
2. Bidang pekerjaan (vocational)
3. Bidang sikap dan nilai-nilai
4. Bidang kesehatan jasmani dan rohani
5. Bidang pembinaan kepribadian
6. Follow
up service (tindak lanjut pelayanan bimbingan)
7. Target bimbingan dan konseling agama
DAFTAR PUSTAKA
- Anwar, Fuad. Landasan Bimbingan dan Konseling Islam. Yogyakarta: CV BUDI UTAMA. 2019.
- Amin, Munir Samsul. Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: Amzah. 2010.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment