- Get link
- X
- Other Apps
HUBUNGAN ILMU
KALAM, FILSAFAT, DAN TASAWUF
A. A. Hakikat Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf
1.
Hakikat
Ilmu Kalam
Ilmu kalam merupakan disiplin ilmu ke-Islaman yang banyak mengedepankan
perbincangan tentang persoalan persoalan kalam Tuhan. Persoalan persoalan kalam
ini biasanya mengarah sampai pada perbincangan yang mendalam dengan dasar dasar
argumentasi, baik rasional (aqliyah) maupun naqliyah. Argumentasi rasional yang
dimaksud adalah landasan pemahaman yang cendrung menggunakan metode berfikir filosofis,
sedangkan argumentasi naqliyah biasanya bertendesi pada argumentasi berupa
dalil dalil Al Qur’an dan Hadis. Ilmu kalam biasa di sebut dengan beberapa
nama, Antara lain: Ilmu Ushuluddin, Ilmu Tauhid, dan Teologi Islam.[1]
2.
Hakikat Filsafat
Filsafat merupakan ilmu yang berusaha mengungkap segala sesuatu
dengan sedalam-dalamnya hingga mencapai kebenaran mutlak. Sebagaimana Plato
berpendapat bahwa filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai
pengetahuan tentang kebenaran yang hakiki.[2]
Selanjutnya Aristoleles mengatakan bahwa filsafat merupakan ilmu pengetahuan
yang meliputi kebenaran yang didalamnya terkandung ilmu metafisika, logika,
retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.[3]
3.
Hakikat Tasawuf
Tasawuf merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara membersihkan diri
(hati/jiwa), berjuang memerangi hawa nafsu, mencari jalan kesucian dengan makrifat
menuju keabadian, mendekatkan diri dan mencapai keridhaan Allah Swt.[4]
B. B. Hubungan Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf
Dalam kaitannya dengan
ilmu kalam, ilmu tasawuf berfungsi sebagai pemberi wawasan spritual dalam
pemahaman kalam. Penghayatan yang mendalam melalui hati (dzauq dan widan)
terhadap ilmu tauhid atau ilmu kalam menjadikan ilmu ini lebih terhayati atau
teraplikasikan dalam perilaku. Dengan demikian, ilmu tasawuf merupakan
penyempurna ilmu tauhid jika dilihat dari sudut pandang bahwa ilmu tasawuf
merupakan sisi terapan rohaniah dari ilmu tauhid. Kajian-kajian mereka tentang
jiwa dalam pendekatan kefilsafatan ternyata telah banyak memberikan sumbangan
yang sangat berharga bagi kesempurnaan kajian tasawuf dalam dunia Islam.
Ketiganya
berusaha menemukan apa yang disebut kebenaran (al-haq). Kebenaran dalam Tasawuf
berupa tersingkapnya (kasyaf) Kebenaran Sejati. Kebenaran dalam Ilmu Kalam
berupa diketahuinya kebenaran ajaran agama melalui penalaran rasio lalu
dirujukkan kepada nash (al-Qur’an & Hadis). Kebenaran dalam Filsafat berupa
kebenaran spekulatif tentang segala yang ada (wujud). Maka ketiganya mendalami
pencarian segala yang bersifat rahasia (gaib) yang dianggap sebagai ‘kebenaran
terjauh’ dimana tidak semua orang dapat melakukannya.
C.
Titik Persamaan dan Perbedaan Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf
1.
Titik Persamaan
Ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf mempunyai kemiripan objek kajian.
Objek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan
dan segala sesuatu yang berkaitan
dengannya, objek kajian filsafat
adalah masalah ketuhanan di samping masalah alam, manusia, dan segala
sesuatu yang ada. Sementara itu objek kajian tasawuf adalah tuhan, yakni
upaya-upaya pendekatan terhadapnya. Jadi, dilihat dari aspek objeknya ketiga
ilmu itu membahas masalah yang berkaitan dengan ketuhanan.
2.
Titik Perbedaan
Perbedaan diantara ketiga ilmu tersebut terletak pada aspek
metodologinya. Ilmu kalam, sebagai ilmu yang menggunakan logika, disamping argumentasi-argumentasi
naqliyah berfungsi untuk mempertahankan keyakinan ajaran agama, yang sangat
tanpak apologinya. Pada dasarnya ilmu ini menggunakan metode dialektika (jadaliyah) dikenal juga dengan istilah dialog
keagamaan, ilmu kalam berisi keyakinan-keyakinan kebenaran agama yang
dipertahankan melalui argumen-argemen rasional.
Sementara itu, filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk
memproleh kebenaran rasional. Metode yang digunakanpun adalah metode rasional.
Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menuangkan (mengembarakan atau mengelanakan) akal budi
secara radikal (mengakar) dan integral (menyeluruh) serta universal (mengalam)
tidak merasa terikat oleh ikatan apapun, kecuali ikatan tangannnya sendiri yang
bernama logika.
Sedangkan ilmu tasawuf adalah ilmu yang lebih menekankan rasa
daripada rasio. Oleh sebab itu, filsafat dan tasawuf sangat distingtif. Sebagai
sebuah ilmu yang prosesnya diperoleh dari rasa, ilmu tasawuf bersifat sangat subjektif, yakni sangat
berkaitan dengan pengalaman seseoarang.[5]
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment