Quotes Instagram Astetik Trend 2022

Pengertian dan Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan Islam



                                                         ILMU PENDIDIKAN ISLAM
   
                                                            

KATA PENGANTAR

        Puji syukur  kepada Allah Yang  Maha  Esa. Yang telah memberi taufiq dan hidayah kepada hambanya sehingga penyusunan Makalah yang berjudul “Definisi Ilmu Pendidikan Islam” ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam tetap kami panjatkan kepada revolusi akbar  yakni Nabi Muhammad SAW. Yang mana berkat jasa dan perjuangannya seluruh umat manusia dapat menikmati terangnya dunia ini yakni dengan Addinul Islam (agama Islam).
      Kami sangat menyadari, bahwa dalam Makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kritik serta sarannya dari semua pihak, menuju perbaikan dan penyempurnaan Makalah ini kami harapkan. Dengan terselesaikannya Makalah ini, dengan segala kerendahan hati kami menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak-pihak yang membantu terselesaikannya Makalah ini, mudah-mudahan jasa-jasa mereka di beri penghormatan oleh Allah SWT. Amin.


                                                                                 BAB I
                                                                      PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

          Pendidikan merupakan usaha sadar dari suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih dari pada pengajaran, karena pengajaran sebagai suatu proses transfer ilmu belaka, sedangkan pendidikan merupakan transformasi nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Perbedaan pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran dan kepribadian anak didik disamping transfer ilmu dan keahlian.
          Pengertian pendidikan secara umum yang dihubungkan dengan islam sebagai suatu sistem keagamaan menimbulkan pengertian-pengertian baru, yang secara implisit menjelaskan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya. Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang sentral dalam pendidikan. Sebab tanpa perumusan yang jelas tentang tujuan pendidikan, perbuatan menjadi tanpa arah, bahkan salah langkah dan tidak sesuai dengan yang di harapkan.
          Namun, tidak semua tujuan yang direncanakan tersebut berjalan mulus tanpa sandungan sedikitpun. Permasalahan seringkali muncul yang berkaitan dengan tujuan pendidikan Islam, yaitu ketika output pendidikan yang dihasilkan tidak sesuai dengan tujuan tersebut. Kejadian tersebut dapat diidentifikasi sebagai kurangnya pemahaman tentang hakekat dan tujuan pendidikan Islam dalam pribadi orang tersebut.

B.    Rumusan Masalah

1.    Bagaimana Pengertian Ilmu Pendidikan Islam?
2.    Apa Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan Islam?
3.    Apa Fungsi Ilmu Pendidikan Islam?
 
                                                                              BAB II
                                                                      PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ilmu Pendidikan Islam

 
          Kata “Ilmu” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem  menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu dibidang pengetahuan itu.  Menurut Ahmad Tafsir ilmu adalah sejenis pengetahuan manusia yang diperoleh degan riset terhadap objek-objek yang empiris, benar tidaknya teori sains ditentukan oleh logis tidaknya dan ada tidaknya bukti empiris.  Jadi ilmu adalah pengetahuan yang logis dan sistematis yang mempunyai bukti empiris.
        Pendidikan dalam Islam yang sering dikenal dalam bahasa Arab menggunakan istilah at-Tarbiyah, at-Ta’lim, dan al-Ta’dib. Masing-masing istilah makna yang berbeda karena perbedaan teks dan  konteks kalimatnya oleh karena itu, untuk mengetahui definisi pendidikan Islam maka ada dua aspek yang harus dipahami yaitu, secara etimologi (bahasa) dan secara terminologi (istilah).
1.    Secara Etimologi
             Deskripsi secara etimologi selengkapnya terhadap istilah tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.    Al-Tarbiyah
      Istilah “pendidikan” dalam  pendidikan  Islam  kadang-kadang  disebut al-Tarbiyah. Kata al-Tarbiyah berasal dari kata rabba, yurbi, tarbiyatan yang memiliki tiga akar kebahasaan. Penjelasan atas kata al-Tarbiyah  ini lebih lanjut dikemukakan sebagai berikut:
1)    rabba, yurbi, tarbiyatan yang memiliki makna tambah (zad) dan berkembang (numu). Mengacu pada makna tersebut,  maka al-Tarbiyah berarti proses menumbuhkan dan mengembangkan apa yang ada pada diri peserta didik baik secara fisik, psikis, sosial, maupun spiritual.
2)    rabba, yurbi, tarbiyatan yang memiliki makna tumbuh (nasyaa) dan menjadi besar atau dewasa. Dengan mengacu pada kata yang kedua ini, maka al-Tarbiyah berarti usaha menumbuhkan dan mendewasakan peserta didik baik secara fisik, psikis, sosial, maupun spiritual.
3)    rabba, yurbi, tarbiyatan yang memiliki makna memperbaiki (ashlaha), menguasai urusan, memelihara dan merawat, memperindah, memberi makna, memiliki, mengatur dan menjaga kelestarian dan eksistensinya. Dengan menggunakan kata yang  ketiga ini, maka al-Tarbiyah ini berarti usaha memelihara, mengasuh, merawat, memperbaiki dan mengatur kehidupan peserta didik, agar dapat survive lebih baik dalam kehidupannya.
b.    Al-Ta’lim
      Istilah “pendidikan” dalam  pendidikan  Islam  kadang-kadang  disebut al-Ta’lim. Kata al-Ta’lim berasal dari kata ‘allama, yu’allimu, ta’liman yang berarti “pengajaran”. Kata  Al-Ta’lim dalam arti pengajaran yang merupakan bagian dari pendidikan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan yang bersifat nonformal.
c.    Al-Ta’bid
     Istilah “pendidikan” dalam  pendidikan  Islam  kadang-kadang  disebut al-Ta’bid. Kata al-Ta’bid  berasal dari kata addaba, yuaddibu, ta’diban yang dapat berarti education (pendidikan),  discipline (disiplin, patuh, dan tunduk pada peraturan), punishment (peringatan atau hukuman). Kata  al-ta’bid dalam arti pendidikan ialah kata yang dipilih oleh al-Nauqib al-Attas. Melalui kata al-Ta’bid  ini al-Attas ingin menjadikan pendidikan sebagai sarana transfornasi nilai-nilai akhlak mulia yang bersumber pada ajaran agama ke dalam diri manusia, serta menjadi dasar bagi terjadinya proses Islamisasi ilmu pengetahuan.
2.    Secara Terminologi
         Pendidikan menurut ilmu mu’jam (kamus) kebahasaan bahwa pendidikan diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku  sesorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Bila kata pendidikan digandengkan dengan kata Islam seperti yang ditegaskan Azyumardi Azra, maka berarti suatu proses pembentukan  individu yang dilandaskan pada ajaran-ajaran Islam yang diturunkan Allah SWT  Kepada nabi Muhammad SAW.
     Dari berbagai pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa, ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu yang bersifat ilmiah. Sedangkan pendidikan Islam adalah usaha untuk membimbing kearah pertumbuhan kepribadian peserta didik secara sistematis dan pragmatis supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam.
           Ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang berdasarkan Islam. Sedangkan menurut Nur Uhbiyati ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang membicarakan persoalan-persoalan pokok  pendidikan Islam dan kegiatan mendidik anak yang ditujukan kearah terbentuknya kepribadian muslim. Ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang  mempelajari tentang teori-teori atau usaha membimbing dan membina jasmani dan rohani anak didik oleh orang dewasa sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada al-Quran dan Hadits.
       Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang usaha membimbing dan membina jasmani dan rohani peserta didik yang dilakukan dengan bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan untuk mendidik sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada al-Quran dan Hadits.
      
     
B.    Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan Islam
 
         Pendidikan Islam sebagai ilmu, mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena didalamnya segi-segi atau pihak pihak yang ikut terlibat baik langsung atau tidak langsung. Adapun segi-segi atau pihak pihak yang terlibat dalam pendidikan Islam sekaligus menjadi ruang lingkup pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
 
1.    Perbuatan mendidik itu sendiri

        Yang dimaksud dengan perbuatan mendidik disini adalah seluruh kegiatan, tindakan atau perbuatan dan sikap yang dilakukan oleh pendidikan sewaktu mengasuh anak didik. Atau dengan istilah lain yaitu sikap atau tindakan menuntun, membimbing, memberikan pertolongan dari seorang pendidik kepada anak didik menuju kepada tujuan pendidikan Islam.
 
2.    Anak didik
 
        Yaitu pihak yang merupakan obyek terpenting dalam pendidikan. Hal ini disebabkan perbuatan atau  tindakan  mendidik itu dilakukan hanyalah untuk membawa anak didik kepada tujuan pendidikan Islam yang kita cita-citakan. 
 
3.    Pendidik
 
        Yaitu subyek yang melaksanakan pendidikan Islam. Pendidik ini mempunyai peran penting untuk berlangsungnya pendidikan baik atau tidaknya pendidik berpengaruh besar terhadap hasil pendidikan Islam.
 
4.    Materi pendidikan Islam
 
         Yaitu bahan-bahan atau pengalaman-pengalaman belajar ilmi agama Islam yang disusun sedemikian rupa untuk disajikan atau disampaikan kepada anak didik.
 
5.    Media pendidikan Islam
 
         Adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk penyaluran pesan pendidikan dari pengirim (guru) kepada penerima (siswa) dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar pendidikan.
 
6.    Metode pendidikan Islam
 
         Yaitu cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidikan untuk menyampaikan materi pendidikan Islam, agar materi pendidikan Islam tersebut dapat dengan mudah diterima dan dipahami oleh peserta didik.
 
7.    Evaluasi pendidikan
 
          Yaitu memuat cara-cara bagaimana mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar.
 
8.    Lingkungan sekitar
 
           Yaitu keadaan-keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan hasil pendidikan Islam.

C.    Fungsi Ilmu  Pendidikan Islam
 
         Ilmu pendidikan Islam memiliki arti dan peran penting dalam kehidupan. Hal tersebut disebabkan Ilmu Pendidikan Islam memiliki fungsi sebagai barikut:
  1. Melakukan pembuktian terhadap teori-teori kependidikan Islam, yang merangkum aspirasi atau cita-cita Islam yang harus diikhtisarkan agar menjadi kenyataan. 
  2. Memberikan bahan-bahan informasi tentang pelaksanaan pendidikan Islam dalam segala aspeknya bagi pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan Islam tersebut. 
  3. Disamping itu juga menjadi pengoreksi terhadap kekurangan teori-teori yang terdapat dalam ilmu pendidikan Islam itu sendiri, sehingga kemungkinan pertemuan antara teori dan praktek semakin dekat, dan hubungan antara keduanya semakin berdifat interaktif (saling mempengaruhi).




\
                                                                              BAB III
                                                                           PENUTUP
A.    Kesimpulan

          Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa, ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang usaha membimbing dan membina jasmani dan rohani peserta didik yang dilakukan dengan bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan untuk mendidik sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Quran dan Hadits.
        Ilmu pendidikan Islam memiliki arti dan peran penting dalam kehidupan. Hal tersebut disebabkan Ilmu Pendidikan Islam memiliki fungsi sebagai barikut:
  1. Melakukan pembuktian terhadap teori-teori kependidikan Islam, yang merangkum aspirasi atau cita-cita Islam yang harus diikhtisarkan agar menjadi kenyataan. 
  2. Memberikan bahan-bahan informasi tentang pelaksanaan pendidikan Islam dalam segala aspeknya bagi pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan Islam tersebut. 
  3. Disamping itu juga menjadi pengoreksi terhadap kekurangan teori-teori yang terdapat dalam ilmu pendidikan Islam itu sendiri, sehingga kemungkinan pertemuan antara teori dan praktek semakin dekat, dan hubungan antara keduanya semakin berdifat interaktif (saling mempengaruhi).





DAFTAR PUSTAKA
  • Haryanti,  Nik.  Ilmu Pendidikan Islam. Malang: Penerbit Gunung Samudra. 2014.
  • KBBI.
  • Nata, Abuddin. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana. 2010.

Comments