- Get link
- X
- Other Apps
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada hakikatnya pendidikan merupakan proses pembinaan akal manusia yang merupakan potensi utama dari manusia sebagai makhluk berpikir. Dengan pembinaan olah pikir, manusia diharapkan semakin meningkat kecerdasannya dan meningkat pula kedewasaan pemikirannya, terutama dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupannya. Oleh karena itu, seorang pendidik (guru) sangat di butuhkan untuk menunjang proses pembinaan siswa menuju kedewasannya.
Guru merupakan sosok figur yang diharapkan kehadiran dan peranannya dalam pendidikan, sebagai sumber yang menempati posisi dan pemegang peran penting dalam dunia pendidikan. Disamping itu, dalam sebuah proses pembelajaran ada bererapa aspek yang harus diperhatikan oleh seorang pendidik (guru) yaitu administrasi kelas, untuk menunjang dan mencapai sebuah tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, dipembahasan berikutnya kami akan sedikit menguraikan tentang pengadministrasian kelas. Karena bagaimanapun adminirstrasi itu penting dalam sebuah pendidikan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana definisi guru perspektif pendidikan Islam?
2. Bagaimana definisi administrasi kelas?
3. Bagaimana tujuan administrasi kelas?
4. Bagaimana faktor yang mempengaruhi administrasi kelas?
5. Bagaimana konsep pengelolaan ruang kelas?
BAB II
PEMBAHASAN
2. Bagaimana definisi administrasi kelas?
3. Bagaimana tujuan administrasi kelas?
4. Bagaimana faktor yang mempengaruhi administrasi kelas?
5. Bagaimana konsep pengelolaan ruang kelas?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Guru dalam Pendidikan Islam
Dalam pengertian bahasa guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Atau juga bisa disebut orang yang memikul tanggung jawab untuk memdidik. Dalam literatur pendidikan Islam seorang guru biasa disebut dengan Mu’allim, Murabbiy, Mursyid, Mudarris dan Muaddib. Sebutan diatas sekaligus mengandung pengertian dan makna guru itu sendiri dalam pendidikan Islam.
Kata Mu’allim yang berarti mengetahui dan menangkap hakekat sesuatu mengandung makna bahwa seorang guru dituntut untuk mampu menjelaskan hahekat ilmu pengetahuan yang diajarkanya serta menjelaskan dimensi teoritis dan praktisnya dan berusaha membangkitkan siswa untuk mengamalkanya.
Kata Murabbiy yang artinya menciptakan, mengatur dan memelihara, mengandung makna bahwa guru adalah mendidik dan menyiapkan peserta didik agar mampu berkreasi sekaligus mengatur dan memelihara hasil kreasinya untuk tidak menimbulkan malapetaka bagi dirinya, masarakat dan alam sekitarnya.
Kata Mursyid sebutan guru untuk thariqah ( tasawuf ) orang yang berusaha meninggalkan perbuatan maksiat. Jadi makna guru adalah orang yang berusaha menularkan penghayatan akhlak atau kepribadiannyan kepada peserta didiknya baik yang berupa etos ibadahnya, etos kerjanya, etos belajarnya maupun dedikasinya yang serba Lillahi Ta’ala. Guru adalah model ( teladan sentral bahkan konsultan ) bagi anak didik.
Kata Mudarris (melatih, mempelajari ) mengandung maksud guru adalah berusaha mencerdaskan peserta didik, menghilangkan ketidaktahuan atau memberantas kebodohan, serta melatih keterampilan mereka sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan.
Kata Muaddib ( moral, etika ) guru adalah orang yang beradab sekaligus memiliki peran dan fungsi untuk membangun peradaban yang berkualitas dimasa depan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa guru merupakan orang yang memiliki ilmu pengetahuan, serta mempunyai tanggung jawab yang cukup besar yakni mengajar, mendidik, serta membimbing dalam rangka mengantarkan siswa (anak didik) menuju kedewasaannya.
Kata Mu’allim yang berarti mengetahui dan menangkap hakekat sesuatu mengandung makna bahwa seorang guru dituntut untuk mampu menjelaskan hahekat ilmu pengetahuan yang diajarkanya serta menjelaskan dimensi teoritis dan praktisnya dan berusaha membangkitkan siswa untuk mengamalkanya.
Kata Murabbiy yang artinya menciptakan, mengatur dan memelihara, mengandung makna bahwa guru adalah mendidik dan menyiapkan peserta didik agar mampu berkreasi sekaligus mengatur dan memelihara hasil kreasinya untuk tidak menimbulkan malapetaka bagi dirinya, masarakat dan alam sekitarnya.
Kata Mursyid sebutan guru untuk thariqah ( tasawuf ) orang yang berusaha meninggalkan perbuatan maksiat. Jadi makna guru adalah orang yang berusaha menularkan penghayatan akhlak atau kepribadiannyan kepada peserta didiknya baik yang berupa etos ibadahnya, etos kerjanya, etos belajarnya maupun dedikasinya yang serba Lillahi Ta’ala. Guru adalah model ( teladan sentral bahkan konsultan ) bagi anak didik.
Kata Mudarris (melatih, mempelajari ) mengandung maksud guru adalah berusaha mencerdaskan peserta didik, menghilangkan ketidaktahuan atau memberantas kebodohan, serta melatih keterampilan mereka sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan.
Kata Muaddib ( moral, etika ) guru adalah orang yang beradab sekaligus memiliki peran dan fungsi untuk membangun peradaban yang berkualitas dimasa depan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa guru merupakan orang yang memiliki ilmu pengetahuan, serta mempunyai tanggung jawab yang cukup besar yakni mengajar, mendidik, serta membimbing dalam rangka mengantarkan siswa (anak didik) menuju kedewasaannya.
B. Definisi Administrasi Kelas
Administrasi adalah suatu bentuk usaha dan kegiatan yang berkaitan pengaturan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan. Pengertian administrasi secara sempit ialah suatu bentuk kegiatan yang meliputi catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan sederhana dan sebagainya.
Administrasi kelas Adalah proses perencanaan, pengorganisasian, aktuasi dan dan pengawasan yang dilakukan oleh guru baik individual maupun orang lain untuk mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada.
Administrasi kelas merupakan segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuannya. Usaha tersebut mengarah pada pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar, mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik.
C. Tujuan Administrasi Kelas
Administrasi kelas Adalah proses perencanaan, pengorganisasian, aktuasi dan dan pengawasan yang dilakukan oleh guru baik individual maupun orang lain untuk mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada.
Administrasi kelas merupakan segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuannya. Usaha tersebut mengarah pada pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar, mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik.
C. Tujuan Administrasi Kelas
Administrasi kelas pada umumnya memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam pencapaian tujuan belajar. Ketercapaian tujuan pengelolaan kelas seperti dikemukakan A. C. Wragg dapat dilihat dari:
- Anak-anak memberi respon yang baik terhadap perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari guru.
- Mereka akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya.
D. Faktor yang Mempengaruhi Administrasi Kelas
Adapun faktor yang mempengaruhi administrasi kelas antara lain sebagai berikut:
1. Kondisi fisik
a. Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
b. Pengaturan tempat duduk
c. Pengaturan ventilasi dan pengaturan cahaya
d. Pengaturan penyimpanan barang-barang
b. Pengaturan tempat duduk
c. Pengaturan ventilasi dan pengaturan cahaya
d. Pengaturan penyimpanan barang-barang
2. Kondisi sosio-emosional
a. Tipe kepemimpinan
b. Sikap guru
c. Suara guru
b. Sikap guru
c. Suara guru
3. Kondisi organisasional
a. Pergantian pelajaran
b. Guru berhalangan hadir
c. Masalah antar siswa, dan kegiatan lainnya.
b. Guru berhalangan hadir
c. Masalah antar siswa, dan kegiatan lainnya.
E. Pengelolaan ruang kelas
Pengelolaan adalah proses penataan kegiatan yang akan dilaksanakan melalui fungsi-fungsi manajemen tentu gunanya sebagai tolak ukur untuk menentukan keberhasilan sebagai bentuk dari pencapaian tujuan bersama yang telah disepakati.
Arikunto berpendapat bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh guru dalam membantu siswa sehingga dicapai kondisi optimal pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang diharapkan. Pengelolaan kelas berkaitan dengan dua kegiatan utama yaitu:
1. Pengelolaan berkaitan dengan siswa
2. Pengelolaan berkaitan dengan ruangan, perabot, alat pembelajaran dan sebagainya.
Adapun tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap siswa di kelas dapat bekerja (melakukan proses kegiatan pembelajaran) dengan tertib sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.
BAB III
PENUTUP
Arikunto berpendapat bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh guru dalam membantu siswa sehingga dicapai kondisi optimal pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang diharapkan. Pengelolaan kelas berkaitan dengan dua kegiatan utama yaitu:
1. Pengelolaan berkaitan dengan siswa
2. Pengelolaan berkaitan dengan ruangan, perabot, alat pembelajaran dan sebagainya.
Adapun tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap siswa di kelas dapat bekerja (melakukan proses kegiatan pembelajaran) dengan tertib sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa guru merupakan orang yang memiliki ilmu pengetahuan, serta mempunyai tanggung jawab yang cukup besar yakni mengajar, mendidik, serta membimbing dalam rangka mengantarkan siswa (anak didik) menuju kedewasaannya.
Administrasi kelas Adalah proses perencanaan, pengorganisasian, aktuasi dan dan pengawasan yang dilakukan oleh guru baik individual maupun orang lain untuk mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada. Administrasi kelas pada umumnya memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam pencapaian tujuan belajar. Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh guru dalam membantu siswa sehingga dicapai kondisi optimal pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Administrasi kelas Adalah proses perencanaan, pengorganisasian, aktuasi dan dan pengawasan yang dilakukan oleh guru baik individual maupun orang lain untuk mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada. Administrasi kelas pada umumnya memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam pencapaian tujuan belajar. Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh guru dalam membantu siswa sehingga dicapai kondisi optimal pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
- Basri, Hasan. 2017. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: CV Pustaka Setia.
- Dewi, Dyani. “Administrasi Kelas”. http://dyaniedewiexs.blogspot.com/2014/06/ administrasi-kelas.html. diakses tanggal 22 April 2019.
- KBBI.
- Khamdan, “Peranan Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”, https://googleweblight.com/i?u=https://kangkhamdan.wordpress.com/2013/04/03/peranan-guru-dalam-pembelajaran-pai/&hl=id-ID, diakses tanggal 18 Februari 2019.
- Naway, Fory A. 2016. Strategi Pengelolaan Pembelajaran. Gorontalo: Ideas Publishing.
- Syarafuddin. Irwan, Nasution. 2005. Manajemen Pembelajaran. Ciputat: Quantum Teaching.

Comments
Post a Comment