- Get link
- X
- Other Apps
A. Latar Belakang
Sebagian orang beranggapan bahwa belajar hanyalah merupakan sebuah proses kegiatan mengumpulkan atau menghafal fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran. Sehingga, yang beranggapan demikian biasanya akan merasa bangga ketika anak-anaknya telah mampu menyebutkan kembali secara lisan sebagian besar informasi yang terdapat dalam buku teks atau yang disampaikan oleh guru.
Disamping itu, ada juga sebagian orang yang beranggapan bahwa belajar merupakan pelatihan belaka seperti yang biasa kita lihat pada pelatihan membaca dan menulis. Asumsi semacam ini biasanya akan merasa puas apabila anak-anaknya telah mampu memperlihatkan keterampilan tertentu tanpa memandang pengetahuannya mengenai arti, hakikat dan tujuan keterampilan tersebut.
Maka dari itu dalam pembahasan selanjutnya penulis akan menjelaskan apa maksud dari belajar dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi belajar.
Disamping itu, ada juga sebagian orang yang beranggapan bahwa belajar merupakan pelatihan belaka seperti yang biasa kita lihat pada pelatihan membaca dan menulis. Asumsi semacam ini biasanya akan merasa puas apabila anak-anaknya telah mampu memperlihatkan keterampilan tertentu tanpa memandang pengetahuannya mengenai arti, hakikat dan tujuan keterampilan tersebut.
Maka dari itu dalam pembahasan selanjutnya penulis akan menjelaskan apa maksud dari belajar dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi belajar.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Definisi Belajar?
2. Apa Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar?
BAB II
PEMBAHASAN
2. Apa Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Belajar
Belajar adalah usaha untuk memperoleh pengetahuan atau perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh pengalaman. Skinner berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Kemudian Chaplin membatasi belajar dengan dua rumusan. Rumusan yang pertama berbunyi “belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat praktik dan pengalaman. Rumusan kedua berbunyi “belajar adalah memperoleh respons-respons sebagai akibat adanya pelatihan khusus.
Begitu pula Hintzman, mengatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut. Jadi, dalam pandangan Hintzman, perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru dikatakan belajar apabila mempengaruhi organisme tersebut.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pertama, belajar adalah proses memperoleh pengetahuan. Kedua, belajar adalah suatu perubahan yang terjadi pada diri manusia yang relatif menetap sebagai hasil dari praktik dan pengalaman yang diperkuat. Oleh karena itu seseorang dapat dikatakan belajar apabila telah mengalami perubahan tingkah laku.
Begitu pula Hintzman, mengatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut. Jadi, dalam pandangan Hintzman, perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru dikatakan belajar apabila mempengaruhi organisme tersebut.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pertama, belajar adalah proses memperoleh pengetahuan. Kedua, belajar adalah suatu perubahan yang terjadi pada diri manusia yang relatif menetap sebagai hasil dari praktik dan pengalaman yang diperkuat. Oleh karena itu seseorang dapat dikatakan belajar apabila telah mengalami perubahan tingkah laku.
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Dalam dunia belajar, seseorang tidak serta-merta melakukan proses belajar tanpa ada faktor-faktor yang mempengaruhi dirinya untuk belajar. Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat kita bedakan menjadi dua, yakni: faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal (faktor yang berasal dari dalam diri manusia)
Faktor yang berasal dari dalam diri seseorang meliputi dua aspek yakni: aspek fisiologis dan aspek psikologis.
a. Aspek Fisiologis (bersifat jasmaniah)
Faktor fisiologis merupakan faktor yang berkenaan dengan kondisi fisik seseorang misal; sehat, sakit atau terjadi gangguan pada fungsi-fungsi tubuh. Kondisi fisik yang bugar atau memadai akan mempengaruhi semangat dan intensitas belajar. Begitu pula sebaliknya ketika tubuh kita kurang sehat atau terjadi gangguan misal sakit kepala, itu akan mempengaruhi daya serap siswa dalam proses pembelajaran sehingga, apa yang dipelajarinya kurang bahkan tidak berbekas.
Oleh karena itu, kondisi fisik dapat berpengaruh besar dalam dunia belajar. Karena, seperti yang telah dijelaskan di atas untuk memaksimalkan belajar kita diperlukan kondisi fisik yang memadai.
b. Aspek Psikologis (bersifat rohaniyah)
Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas belajar siswa. Diantara yang dipandang lebih esensial pada umumnya sebagai berikut:
1) Intelegensi
Intelegensi dapat diartikan sebagai kemampuan atau kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan diri ke dalam situasi yang baru dengan tepat dan efektif. Intelegensi bisa pula dikatakan kemampuan psikofisik untuk reaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. Tingkat kecerdasan atau intelengensi siswa sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan belajar. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi kemampuan intelegensi siswa maka semakin besar peluang untuk meraih kesuksesan belajar.
2) Bakat
Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang ada pada diri seseorang. Dalam perkembangan selanjutnya, bakat kemudian dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan maupun pelatihan. Sehubungan dengan hal tersebut, bakat akan dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar di bidang-bidang studi tertentu.
3) Minat
Secara sederhana, minat dapat diartikan sebuah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
4) Motivasi
Motivasi merupakan keadaan internal organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua yakni: motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik merupakan keadaan yang berasal dari dalam diri anak didik sendiri yang dapat mendorongnya untuk belajar. sedangkan motivasi ekstrinsik merupakan keadaan yang datang dari luar anak didik yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar.
2. Faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri manusia)
Sama halnya dengan faktor internal, faktor eksternal juga terdiri dari aspek yakni: faktor lingkungan sosial dan faktor non-sosial.
a. Lingkungan Sosial
Yang termasuk lingkungan sosial adalah orang tua, masyarakat, guru, teman sepermainan, dan sebagainya. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua/keluarga siswa itu sendiri. Karena sifat-sifat orangtua, kebiasaan, ketegangan, dan sebagainya dapat memberi dampak baik atau buruk terhadap kegiatan belajar anak tersebut.
b. Lingkungan Non-Sosial
Faktor lingkungan memang berperan penting dalam proses belajar. Faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam proses belajar adalah rumah tempat tinggal siswa, tempat belajar, alat-alat belajar, suasana, waktu, dan sebagainya. Faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Karena hal tersebut merupakan penujang keberhasilan belajar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Faktor Internal (faktor yang berasal dari dalam diri manusia)
Faktor yang berasal dari dalam diri seseorang meliputi dua aspek yakni: aspek fisiologis dan aspek psikologis.
a. Aspek Fisiologis (bersifat jasmaniah)
Faktor fisiologis merupakan faktor yang berkenaan dengan kondisi fisik seseorang misal; sehat, sakit atau terjadi gangguan pada fungsi-fungsi tubuh. Kondisi fisik yang bugar atau memadai akan mempengaruhi semangat dan intensitas belajar. Begitu pula sebaliknya ketika tubuh kita kurang sehat atau terjadi gangguan misal sakit kepala, itu akan mempengaruhi daya serap siswa dalam proses pembelajaran sehingga, apa yang dipelajarinya kurang bahkan tidak berbekas.
Oleh karena itu, kondisi fisik dapat berpengaruh besar dalam dunia belajar. Karena, seperti yang telah dijelaskan di atas untuk memaksimalkan belajar kita diperlukan kondisi fisik yang memadai.
b. Aspek Psikologis (bersifat rohaniyah)
Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas belajar siswa. Diantara yang dipandang lebih esensial pada umumnya sebagai berikut:
1) Intelegensi
Intelegensi dapat diartikan sebagai kemampuan atau kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan diri ke dalam situasi yang baru dengan tepat dan efektif. Intelegensi bisa pula dikatakan kemampuan psikofisik untuk reaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. Tingkat kecerdasan atau intelengensi siswa sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan belajar. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi kemampuan intelegensi siswa maka semakin besar peluang untuk meraih kesuksesan belajar.
2) Bakat
Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang ada pada diri seseorang. Dalam perkembangan selanjutnya, bakat kemudian dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan maupun pelatihan. Sehubungan dengan hal tersebut, bakat akan dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar di bidang-bidang studi tertentu.
3) Minat
Secara sederhana, minat dapat diartikan sebuah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
4) Motivasi
Motivasi merupakan keadaan internal organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua yakni: motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik merupakan keadaan yang berasal dari dalam diri anak didik sendiri yang dapat mendorongnya untuk belajar. sedangkan motivasi ekstrinsik merupakan keadaan yang datang dari luar anak didik yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar.
2. Faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri manusia)
Sama halnya dengan faktor internal, faktor eksternal juga terdiri dari aspek yakni: faktor lingkungan sosial dan faktor non-sosial.
a. Lingkungan Sosial
Yang termasuk lingkungan sosial adalah orang tua, masyarakat, guru, teman sepermainan, dan sebagainya. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua/keluarga siswa itu sendiri. Karena sifat-sifat orangtua, kebiasaan, ketegangan, dan sebagainya dapat memberi dampak baik atau buruk terhadap kegiatan belajar anak tersebut.
b. Lingkungan Non-Sosial
Faktor lingkungan memang berperan penting dalam proses belajar. Faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam proses belajar adalah rumah tempat tinggal siswa, tempat belajar, alat-alat belajar, suasana, waktu, dan sebagainya. Faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Karena hal tersebut merupakan penujang keberhasilan belajar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pertama, belajar adalah proses memperoleh pengetahuan. Kedua, belajar adalah suatu perubahan yang terjadi pada diri manusia yang relatif menetap sebagai hasil dari praktik dan pengalaman yang diperkuat. Oleh karena itu seseorang dapat dikatakan belajar apabila telah mengalami perubahan tingkah laku.
Dalam dunia belajar, seseorang tidak serta-merta melakukan proses belajar tanpa ada faktor-faktor yang mempengaruhi dirinya untuk belajar. Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat kita bedakan menjadi dua, yakni: faktor internal dan faktor eksternal.
Fakto internal meliputi dua aspek yakni: pertama, aspek fisiologis seperti kesehatan tubuh, keadaan mata dan telinga khususnya. Kedua aspek psikologis seperti intelegensi. Selanjutnya faktor eksternal meliputi dua aspek yakni: pertama, aspek lingkungan sosial seperti orang tua, teman dan sebagainya. Kedua, aspek lingkungan non-sosial seperti rumah, alat-alat belajar dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Dalam dunia belajar, seseorang tidak serta-merta melakukan proses belajar tanpa ada faktor-faktor yang mempengaruhi dirinya untuk belajar. Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat kita bedakan menjadi dua, yakni: faktor internal dan faktor eksternal.
Fakto internal meliputi dua aspek yakni: pertama, aspek fisiologis seperti kesehatan tubuh, keadaan mata dan telinga khususnya. Kedua aspek psikologis seperti intelegensi. Selanjutnya faktor eksternal meliputi dua aspek yakni: pertama, aspek lingkungan sosial seperti orang tua, teman dan sebagainya. Kedua, aspek lingkungan non-sosial seperti rumah, alat-alat belajar dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
- Syah, Muhibbin. 2017. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- KBBI Ofline.
- Nidawati. “Belajar dalam Perspektif Psikologi dan Agama”. Jurnal Pionir, (2013), Vol. 1. 13-28.
- Hsb, Abd. Aziz. “Kontribusi Lingkungan Belajar dan Proses Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah”. Jurnal Tarbiyah, (2018), Vol. 25. 1-18.

Comments
Post a Comment